Cara Menghormati Orang Tua Yang Masih Hidup Dan Sudah Meninggal

Artikel kali ini akan membahas tentang bagaimana Cara Menghormati Orang Tua Yang Masih Hidup Dan maupun yang Sudah Meninggal dunia

cara menghormati orang tua

Bagi yang belum memiliki anak pasti belum memahami betapa sulitnya untuk membesarkan dan mendidik anak dari kecil hingga menjadi dewasa. Diperlukan kesabaran ekstra, pengorbanan, serta doa yang tidak henti–hentinya dipanjatkan.

Ini mengapa berbakti kepada kedua orang tua menjadi kewajiban bagi kita sebagai umat muslim.

Bahkan perintah ini disebutkan berkali-kali dalam Al Quran juga dianjurkan  Rasulullah SAW

Ibnu Mas’ud berkata: “Aku pernah bertanya kepada Rasulullah, ‘Amalan apakah yang paling dicintai Allah?’ Beliau menjawab, ‘mendirikan sholat pada waktunya,’ Aku bertanya kembali, ‘Kemudian apa?’ Jawab Beliau, ‘berbakti kepada orang tua,’ lanjut Beliau. Aku bertanya lagi, ‘Kemudian?’ Beliau menjawab, ‘Jihad di jalan Alloh.’” (HR. Al Bukhori no. 5970).

Begitu agungnya amalan berbakti pada orang tua bahkan di atas jihad fi sabilillah, padahal jihad sendiri memiliki keutamaan yang sangat besar pula. Sedangkan bahaya durhaka kepada orang tua diakitkan dengan perbuatan syirik.

Dari hadits Abi Bakrah, Rasulullah bersabda: “Maukah kalian aku beritahukan dosa yang paling besar ?” para sahabat menjawab, “Tentu.” Nabi bersabda, “(Yaitu) berbuat syirik, durhaka kepada kedua orang tua.” (HR. Al Bukhori).

Adapun Cara Menghormati Orang Tua Yang Masih Hidup dalam islam diantaranya:

1. Mendoakan Kedua Orang Tua

Sesuai dengan hadist nabi Muhammad SAW Doa anak sholeh pahalanya akan tetap mengalir meskipun orang tuanya telah meninggal.

“Apabila seseorang mati, seluruh amalnya akan terputus kecuali 3 hal: sedekah jariyah, ilmu yang manfaat, dan anak sholeh yang mendoakannya.” (HR. Muslim 1631, Nasai 3651, dan yang lainnya).

Adapun doa mohon ampunan untuk kedua orang tua kita:

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْلِىْ ذُنُوْبِىْ وَلِوَالِدَىَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِىْ صَغِيْرًا. وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ،اَلْاَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ، وَتَابِعْ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ بِالْخَيْرَاتِ، رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُالرَّاحِمِيْنَ، وَلاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ اِلاَّبِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ

Artinya : “Ya Allah, berikanlah ampunan kepadaku atas dosa-dosaku dan dosa-dosa kedua orang tuaku, dan kasihanilah keduanya sebagaimana beliau berdua merawatku ketika aku masih kecil, begitu juga kepada seluruh kaum muslimin dan muslimat, semua orang yang beriman, laki-laki maupun perempuan yang masih hidup maupun yang sudah meninggal dunia, dan ikutkanlah diantara kami dan mereka dengan kebaikan. Ya Allah, berilah ampun dan belas kasihanilah karena Engkaulah Tuhan yang lebih berbelas kasih dan tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan-Mu.”

2. Bertutur Kata Baik Dan Lemah Lembut Kepada Orang Tua

Jangan lah kamu melukai perasaan kedua orang tuamu dengan perkataan yang kasar, mencaci maki, membentak dan lain sebagainya. Bahkan mengatakan kata “ah/cis” saja dilarang dalam Al Quran.

وَالَّذِي قَالَ لِوَالِدَيْهِ أُفٍّ لَكُمَا أَتَعِدَانِنِي أَنْ أُخْرَجَ وَقَدْ خَلَتِ الْقُرُونُ مِنْ قَبْلِي وَهُمَا يَسْتَغِيثَانِ اللَّهَ وَيْلَكَ آمِنْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ فَيَقُولُ مَا هَٰذَا إِلَّا أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ

“Dan orang yang berkata kepada kedua orang tuanya, ‘Cis (ah)’ bagi kamu keduanya, apakah kamu keduanya memperingatkan kepadaku bahwa aku akan dibangkitkan, padahal sungguh telah berlalu beberapa umat sebelumku ? lalu kedua orang tua itu memohon pertolongan kepada Allah seraya mengatakan, “Celaka kamu, berimanlah ! Sesungguhnya janji Allah adalah benar” Lalu dia berkata, “Ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu” [Al-Ahqaaf : 17]

3. Memberikan Nafkah Dan Memberikan Kehidupan Yang Layak Kepada Orang Tua

Tidak ada yang bisa menggantikan atau membayar pengorbanan kedua orang tua. Meski begitu menjadi kewajiban bagi setiap anak untuk memberikan nafkah yang halal kepada orang tuanya.

“Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka infakkan. Jawablah, “Harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu bapakmu, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan. Dan apa saja kebajikan yang kamu perbuat sesungguhnya Allah maha mengetahui” [Al-Baqarah :  215].

4. Merawat Orang Tua pada Saat Usia Senja

Sungguh tega hati seorang anak yang menelantarkan orang tuanya yang sudah tua renta. Meskipun merawat orang tua memang tidaklah mudah tapi setiap usaha yang dilakukan percayalah akan mendatangkan pahala yang berlipat.

“Sungguh terhina, sungguh terhina, sungguh terhina.” Ada yang bertanya, “Siapa, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, ”(Sungguh hina) seorang yang mendapati kedua orang tuanya yang masih hidup atau salah satu dari keduanya ketika mereka telah tua, namun justru ia tidak masuk surga.” (HR. Muslim no. 2551)

Cara Menghormati Orang Tua Yang Telah meninggal Dunia dalam islam :

Doa mukmin yang hidup kepada mukmin yang telah meninggal, Allah jadikan sebagai doa yang mustajab. Doa anak soleh kepada orang tuanya yang beriman, yang telah meninggal, Allah jadikan sebagai paket pahala yang tetap mengalir.

Ilmu yang diajarkan oleh seorang guru muslim kepada masyarakat, akan menjadi paket pahala yang terus mengalir, selama ilmu ini diamalkan.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ: إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Apabila seseorang mati, seluruh amalnya akan terputus kecuali 3 hal: sedekah jariyah, ilmu yang manfaat, dan anak sholeh yang mendoakannya.” (HR. Muslim 1631, Nasai 3651, dan yang lainnya).

Bahkan ikatan iman ini tetap Allah abadikan hingga hari kiamat. Karena ikatan iman ini, Allah kumpulkan kembali mereka bersama keluarganya di hari kiamat.

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شَيْءٍ

Orang-oranng yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka.” (QS. At-Thur: 21).

Anda yang beriman, orang tua beriman, anak cucu beriman, berbahagialah, karena insyaaAllah akan Allah kumpulkan kembali di surga.

Cara untuk Berbakti kepada Orang Tua Yang telah meninggal

Setelah orang tua meninggal, ada banyak cara bagi si anak untuk tetap bisa berbakti kepada orang tuanya. Mereka tetap bisa memberikan kebaikan bagi orang tuanya yang telah meninggal, berupa aliran pahala. Dengan syarat, selama mereka memiliki ikatan iman.

Lebih dari, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan kepada salah seorang sahabat untuk melakukan beberapa amal, agar mereka tetap bisa berbakti kepada orang tuanya.

Dari Malik bin Rabi’ah As-Sa’idi radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan, ‘Ketika kami sedang duduk bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tiba-tiba datang seseorang dari Bani Salamah. Orang ini bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apakah masih ada cara bagiku untuk berbakti kepada orang tuaku setelah mereka meninggal?’ Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

نَعَمْ، الصَّلَاةُ عَلَيْهِمَا، وَالِاسْتِغْفَارُ لَهُمَا، وَإِيفَاءٌ بِعُهُودِهِمَا مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِمَا، وَإِكْرَامُ صَدِيقِهِمَا، وَصِلَةُ الرَّحِمِ الَّتِي لَا تُوصَلُ إِلَّا بِهِمَا

Ya, menshalatkan mereka, memohonkan ampunan untuk mereka, memenuhi janji mereka setelah mereka meninggal, memuliakan rekan mereka, dan menyambung silaturahmi yang terjalin karena sebab keberadaan mereka.” (HR. Ahmad 16059, Abu Daud 5142, Ibn Majah 3664, dishahihkan oleh al-Hakim 7260 dan disetujui adz-Dzahabi).

Makna ‘menshalatkan mereka’ memiliki beberapa kemungkinan,

  • Menshalatkan jenazah mereka
  • Mendoakan mereka dengan doa rahmat.
  • Mendo’akan kedua orang tuanya dengan khidmat dan ikhlas.
  • Memohonkan ampun kepada Allah atas kesalahan-kesalahannya.
  • Melaksanakan semua pesan, wasiat dan menjunjung tinggi nama baik kedua orang tua.
  • Menyambung tali silahturahim kepada mereka yang sering dikunjungi oleh kedua orang tuanya.
  • Menghormat para sahabat kedua orang tanya saat masih hidup.

Demikian keterangan as-Sindi yang dikutip Syuaib al-Arnauth dalam Tahqiq beliau untuk Musnad Imam Ahmad (25/458).

Diantara doa yang Allah perintahkan dalam Al-Quran adalah doa memohonkan ampunan untuk kedua orang tua kita,

وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

Berdoalah, Ya Allah, berilah rahmat kepada mereka (kedua orang tua), sebagaimana mereka merawatku ketika kecil.” (QS. Al-Isra: 24)

Hikmah menghormati orang tua (birrul walidain)

1. Termasuk amalan yang lebih dicintai oleh Allah

Abdullah bin Mas’ud pernah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang amalan yang mana yang lebih dicintai oleh Allah? Beliau menjawab:
Shahih Muslim 123

123 حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنِ الْحَسَنِ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِي عَمْرٍو الشَّيْبَانِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَفْضَلُ الْأَعْمَالِ أَوِ الْعَمَلِ الصَّلَاةُ لِوَقْتِهَا وَبِرُّ الْوَالِدَيْنِ *

Artinya: Telah menceritakan kepada kami Utsman bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Jarir dari al Hasan Ubaidullah dari Abu Amru asy Syaibani dari Abdillah dari Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda, “Amalan-amalan yang paling utama adalah shalat pada waktunya dan berbakti kepada orang tua.”

2. Akan dihormati oleh anak-anaknya

Artinya: Bersabda Rasulullah SAW: berbaktilah kepada bapak-bapak kamu, niscaya anak-anakmu berbuat baik kepadamu, dan peliharalah kehormatanmu dirimu,niscaya ister-isteri kamu memelihara kehormatan dirinya (H.R. Thabrani dengan sanad hasan).

3. Mendapat ridho dari Allah karena diridhoi orang tua.

Dari Abdullah bin Umar r.a. berkata, Rosulullah Saw. bersabda: “Keridhoan Allah itu di dalam keridhoan orang tua dan kemarahan Allah itu di dalam kemarahan kedua orang tua.” (HR. al-Tirmidzi)

Di dalam hadits ini bukan saja terdapat himbauan untuk berbakti kepada kedua orang tua, tetapi juga seruan untuk mendapatkan kerelaan mereka berdua. Kedudukan orang tua nomor dua setelah Allah swt. Allah tidak rela dengan kita, kecuali setelah orang tua kita ridho dengan kita, yaitu dengan cara mengabdi kepada beiiau berdua.

Adakah kita berbuat baik kepada kedua orang tua kita itu, karena beliaulah yang menjadikan sebab kita berada di dunia ini dan yang mendidik, mengasuh serta memenuhi segala keperluan kita. Oleh karena itu, kita tidak boleh mendurhakainya walupun dengan ucapan “ah”.