Tata Cara Bersiwak Yang Baik Dan Benar Sesuai Dengan Sunnah Rasulullah SAW

Kali ini saya akan membahas tentang Tata Cara Bersiwak Yang Baik Dan Benar Sesuai Dengan Sunah, Siwak atau miswak merupakan sejenis kayu khusus untuk membersihkan gigi.

Cara Bersiwak Yang Baik

Kegiatan bersiwak sudah tidak asing lagi bagi umat muslim karena Rasulullah SAW sendiri menganjurkan umatnya untuk bersiwak. Konon Rasulullah SAW sangat menyukai siwak hingga ia menyarankan umatnya untuk bersiwak setiap akan melakukan shalat. Sebagaimana tertulis dalam hadits dari Abu Huroiroh radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي أَوْ عَلَى النَّاسِ لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ مَعَ كُلِّ صَلَاةٍ

Seandainya tidak memberatkan umatku, sungguh aku akan memerintahkan mereka bersiwak  setiap hendak menunaikan shalat.” (HR. Bukhari).

Tata Cara Bersiwak Yang Baik Dan Benar

Berikut ini tips nya:

1. Menguliti Ujung Kayu

Sebelum menggunakan kayu siwak yang masih baru,kita perlu menguliti ujung kayu siwak tersebut sekitar 1 – 3 cm dengan menggunakan pisau.

2. Harus Kunyah Ujung Kayu

Setelah ujung siwak dikuliti lalu gigit dan kunyah hingga membuat serat kayu ranting jadi terpisah – pisah seperti halnya bulu sikat gigi. Ketika awal dikunyah kita akan merasakan sensasi pedas di mulut. Semakin sering Sobat Duha kunyah serat kayu akan semakin terasa lembut.

3. Siwak Harus Direndam Dalam Air

Siwak merupakan alat pembersih mulut tradisional, seperti hal nya sikat gigi atau produk–produk kesehatan mulut lainnya di jaman sekarang. Untuk menambah sensasi aroma ialah dengan merendam ujung kayu siwak ke dalam air lemon atau air mawar sehingga menjadi lebih harum. Merendam siwak ke dalam air juga dapat membuat siwak jadi lebih lunak dan nyaman digunakan.

4. Pegang Siwak Dengan Posisi Yang Benar

Setelah siwak direndam, sekarang waktunya dipakai untuk membersihkan gigi dan gusi. Caranya dengan menekan ujung kayu siwak yang sudah direndam tadi dengan gerakan naik – turun & berputar pada lapisan gigi. Jangan lupa gunakan siwak ke seluruh permukaan gigi hingga sela – sela yang sulit dijangkau. Menekan siwak jangan terlalu keras atau terlalu dekat dengan gusi karena bisa bikin gusi jadi terluka.

5. Rutin Memotong Ujung Bulu Siwak

Kalau sikat gigi yang sudah tidak rapi, kita biasa membuangnya dan membeli yang baru. Pada siwak yang sudah usang bulunya, kita bisa memotong bulu – bulu yang sudah usang tadi dengan bagian ranting yang masih rapih. Tergantung dengan pemakaian, biasanya setiap 3 – 6 bulan sekali bulu siwak harus dipotong.

6. Menyimpan Siwak Di Tempat Yang Kering

Cara menyimpan siwak juga perlu kita perhatikan. Sediakan tempat khusus untuk menyimpan siwak yang telah kita pakai. Pastikan tempat tersebut bersih & kering. Tidak mendorong timbulnya jamur karena kayu cukup rentang dengan situasi lembab. Jauhkan kayu dari wastafel atau toilet untuk menghindari perpindahan bakteri secara tidak sengaja dari percikan air.

Hukum Memakai Siwak

Bersiwak hukumnya adalah sunnah. Alasan disunnahkannya bersiwak dikarenakan melanggengkannya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dalam bersiwak. Dalam hadits shahih juga disebutkan: “Andai aku tidak memberatkan atas umatku, maka aku akan memerintahkan mereka dengan bersiwak setiap akan berwudlu”.

Dalam riwayat lain disebutkan: “Maka aku akan memfardhukan (mewajibkan) atas mereka dengan bersiwak beserta setiap akan berwudlu”. Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Al-Humaidi dengan isnad yang bagus juga disebutkan: “Dua rakaat (shalat) dengan bersiwak itu lebih utama dari tujuh puluh rakaat tanpa bersiwak”.

Hadits tersebut adalah dalil dari kesunnahan bersiwak sebelum shalat. Kesunnahan bersiwak berlaku pada setiap tingkah (entah itu tingkah berdiri, tingkah duduk), kecuali setelah zawaal (matahari condong ke arah barat/masuk waktu dzuhur) bagi orang yang berpuasa, entah itu puasa sunnah atau fardhu.

Sehingga, bagi orang yang berpuasa dimakruhkan bersiwak setelah zawaal. Namun, Imam An-Nawawi memilih tidak adanya kemakruhan dalam bersiwak bagi orang yang berpuasa secara mutlak ( entah itu sebelum atau sesudah zawaal).

Hukum Bersiwak Menjadi Sunnah, Jika :

• ketika mulut berubah dikarenakan azm (diam terlalu lama. Ada juga ulama yang mengatakan sebab makanan).
• ketika bangun dari tidur.
• Ketika akan melakukan shalat, entah itu shalat fardhu atau sunnah.
• ketika akan membaca Al-Qur’an. Lebih tepatnya sebelum membaca ta’awwudz.
• Ketika gigi menguning
• ketika akan berwudlu
• ketika akan membaca hadits
• ketika akan mengaji
• ketika akan dzikir
• ketika akan hendak tidur
• ketika akan masuk ka’bah

Hukum Bersiwak Menjadi wajib, Jika:

• ketika nadzar akan bersiwak
• tidak bisa menghilangkan najis kecuali dengan cara bersiwak
• orang yang bau mulut dalam sebuah jama’ah dan diketahui bahwa bau mulutnya menyakiti para jamaah.

Hukum Bersiwak Menjadi Haram, Jika:

• bersiwak dengan menggunakan siwak milik orang lain tanpa izin dan tidak diketahui ridho atau tidaknya pemilik dari siwak tersebut.

Manfaat Kayu Siwak

Manfaat bersiwak sangatlah banyak, Antara Lain:
• Membersihkan mulut
• memutihkan gigi
• membuat punggung menjadi tegap (lurus)
• menguatkan gusi
• memperlambat uban
• memperlipat gandakan pahala
• memudahkan sakaratul maut
• memudahkan rizki
• mulut wangi
• menghilangkan segala penyakit di dalam kepala dan menghilangkan balghom (jawa: riyak).
• Mempermudah keluarnya ruh ketika sakaratul maut

Doa Memakai siwak

Sebagian Ulama mensunnahkan untuk membaca (berdoa) dalam awal bersiwak: “Allahumma Bayyidl Bihi Asnaaniy Wa Syaddi Bihi Latsaatiy Wa Tsabbit Bihi Lahaatiy Wa Baarik Liy Fiihi Yaa Arhama Ar-Raahimiin.”

Niat Memakai siwak

Ketika kita akan bersiwak, kita dianjurkan untuk berniat agar mendapat kesunnahan bersiwak. Lafaldz niatnya adalah: Nawaitu Al-Istiyaak (aku niat bersiwak).

Kandungan Kimia Kayu Siwak

Batang kayu siwak mengandung mineral-mineral alami yang dapat membunuh dan menghambat pertumbuhan bakteri, mengikis plaque, mencegah gigi berlubang serta memelihara gusi.

Siwak memiliki kandungan kimiawi yang bermanfaat, meliputi :

• Antibacterial Acids, seperti astringents, abrasive dan detergent yang berfungsi untuk membunuh bakteri, mencegah infeksi, menghentikan pendarahan pada gusi. Penggunaan kayu siwak yang segar pertama kali, akan terasa agak pedas dan sedikit membakar, karena terdapat kandungan serupa mustard yang merupakan substansi antibacterial acid tersebut.

• Kandungan kimiawi seperti Klorida, Potassium, Sodium bicarbonate, Fluorida, Silika, Sulfur, Vitamin C, Trimetilamin, Salvadorin, Tannin dan beberapa mineral lainnya yang berfungsi untuk membersihkan gigi, memutihkan dan menyehatkan gigi dan gusi. Bahan-bahan ini sering diekstrak sebagai bahan penyusun pasta gigi.

• Minyak aroma alami yang memiliki rasa dan bau yang segar, yang dapat menyegarkan mulut dan menghilangkan bau tidak sedap.

• Enzim yang mencegah pembentukan plak yang merupakan penyebab radang gusi dan penyebab utama tanggalnya gigi secara prematur.

• Anti Decay Agent (Zat anti pembusukan) dan Antigermal System, yang bertindak seperti Penicilin menurunkan jumlah bakteri di mulut dan mencegah terjadinya proses pembusukan. Siwak juga turut merangsang produksi saliva, dimana saliva sendiri merupakan organik mulut yang melindungi dan membersihkan mulut.

Secara Kimiawi, kulit batang kayu siwak yang kering bila diekstrak dengan alkohol 80% dan kemudian diekstrak dengan ether, lalu diteliti secara terperinci kandungannya melalui ECP (Exhaustive Procedure Chemicle), maka akan ditemukan zat-zat kimia sebagai berikut : Trimetilamin, chloride, resin, sejumlah besar fluoride dan silica, sulfur dan vitamin C.

Penelitian kimiawi terhadap tanaman ini telah dilakukan semenjak abad ke-19, dan ditemukan sejumlah besar klorida, fluor, trimetilamin dan resin. Kemudian ditemukan juga kandungan silika, sulfur dan vitamin C.

Kandungan kimia tersebut sangat bermanfaat bagi kesehatan gigi dan mulut dimana trimetilamin dan vitamin C membantu penyembuhan dan perbaikan jaringan gusi. Klorida bermanfaat untuk menghilangkan noda pada gigi, sedangkan silika dapat bereaksi sebagai penggosok.

Kemudian keberadaan sulfur dikenal dengan rasa hangat dan baunya yang khas, adapun fluorida berguna bagi kesehatan gigi sebagai pencegah terjadinya karies dengan memperkuat lapisan email dan mengurangi larutnya terhadap asam yang dihasilkan oleh bakteri.

Siwak Kaya Dengan Fluorida Dan Silika

Fluorida mengerahkan proses antikariogenik dengan cara sebagai berikut :

• Perubahan hydroxypatite menjadi fluorapatite yang lebih tahan terhadap acid dissolution.
• Bercampurnya acidogenic organisme di dalam plak gigi sehingga mengurangi pH dari plak gigi.
• Membantu memulihkan kembali gigi yang baru rusak.
• Membentuk efek penghambat terhadap pertumbuhan bakteri pada plak gigi.

Adapun silika berfungsi membantu membersihkan gigi karena silika bekerja sebagai bahan penggosok yang dapat menghilangkan noda.

Beberapa Cara Agar Kita Terhindar Dari Sifat Munafik

Kali ini Saya akan membahas tentang Beberapa Cara Agar Kita Terhindar Dari Sifat Munafik. Orang yang munafik biasanya menggunakan lisannya untuk berdusta, ingin terlihat manusia lain sebagai orang yang beriman padahal sesungguhnya ia lalai.

Cara Agar Kita Terhindar Dari Sifat Munafik

Pengertian Munafik Dalam Islam

Munafik atau sering disebut juga nifak, berasal dari bahasa Arab yang berarti orang yang lahirnya berbeda dengan yang ada dalam hatinya. Ada sebuah pepatah orang yang manis dibibir tetapi lain dihatinya.

Sedang menurut istilah munafik adalah orang yang antara ucapan dengan perbuatannya sangat jauh berbeda (tidak ada kesamaan antara hati dan perilaku).

Dan menurut bahasa munafik adalah orang yang menyembunyikan. Ada juga yang mengartikan munafik artinya bermuka dua.

Adapun menurut syara’, munafik ialah orang yang menymbunyikan kekafirannya, tetapi menyatakan keimanannya. Lidah mereka menyatakan beriman, sedangkan hatinya mengingkari.

Allah swt.berfirman dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 8 yang artinya: “Di antara manusia ada yang mengatakan: Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian. Padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.”

Dalam wahyu-Nya surat Al Munafiqun ayat 2 yang artinya: “Mereka itu menjadikan sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan.

Allah maha mengetahui mana orang-orang yang benar beriman mana yang sebenarnya munafik.

Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: “Kami telah beriman “. Dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka, mereka mengatakan: ‘Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok’. Allah akan (membalas) olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka.” (QS. 2:14-15).

Berikut ini ciri – ciri orang munafik yang tertulis dalam hadits Bukhari:

“Empat sikap yang barangsiapa terdapat pada dirinya keempat sikap itu, maka dia adalah seorang munafik sebenarnya. Barangsiapa yang pada dirinya terdapat salah satu dari sikap itu, maka pada dirinya terdapat salah satu sikap munafik, sampai dia meninggalkannya. Yaitu:

  • apabila dipercaya dia berkhianat,
  • apabila berbicara dia berdusta,
  • apabila berjanji dia menipu,
  • dan apabila bertengkar dia curang.” (Shahih Bukhari).

Berikut amalan – amalan yang perlu Dikerjakan Agar kita terhindar dari sifat-sifat munafik :

1. Mengerjakan Shalat Tahajud

Amalan yang sangat berat bagi orang munafik yaitu bangun di tengah malam untuk shalat. Mengapa demikian? Karena mereka hanya ingin beribadah jika dilihat orang lain. Jika tidak ada yang memperhatikan ibadahnya, maka ia pun akan dengan mudah meninggalkannya. Jika seseorang muslim niat bangun ditengah yang malam sepi, lalu menjalankan shalat tahajud insyallah terhindar dari sifat-sifat munafik.

2. Bersedekah Secara Sembunyi – Sembunyi

Orang munafik biasanya akan mudah bersedekah jika ada niat lain seperti ingin dipuji, mengangkat citranya di masyarakat, ataupun riya. Karena itu akan lebih baik jika kita bersedekah secara sembunyi-sembunyi dengan cara yang baik dan dari uang yang halal. Seperti tertulis di dalam hadits; “Sedekah merupakan bukti” (HR Muslim).

3. Menyegerakan Shalat Dan Melaksanakan Shalat Berjamaah

“Siapa yang melaksanakan shalat karena Allah selama empat puluh hari secara berjamaah, ia tidak luput dari takbiratul ihram bersama imam, maka ia akan dicatat terbebas dari dua hal yaitu terbebas dari siksa neraka dan terbebas dari kemunafikan.” (HR. Tirmidzi, no. 241. Syaikh Al-Albani menyatakan bahwa hadits ini hasan dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 2652)

4. Gemar Mempelajari dan memperdalam Ilmu Agama

Gemar memperdalam ilmu agama dan mengamalkannya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada dua sifat yang tidak akan pernah tergabung dalam hati orang munafik: perilaku luhur dan pemahaman dalam agama” (HR At Tirmidzi).

5. Perbanyak Berdzikir kepada alloh swt

Berdzikir memberikan ketenangan dalam diri seorang muslim. Banyak berdzikir menjadi benteng bagi seorang muslim dari sifat kemunafikan. Ali bin Abi Thalib ditanya tentang orang-orang khawarij apakah mereka termasuk orang munafik atau bukan. Beliau menjawab:

المنافقون لا يذكرون الله إلا قليلا

“Orang munafik itu tidak berdzikir kecuali hanya sedikit.”

Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin hafizhahullah berkata: “ini adalah ciri-ciri orang munafik yaitu sedikit berdzikir. Memperbanyak dzikir adalah penjaga/penyelamat dari kemunafikan.”

6. Tidak Boleh Meninggalkan Shalat 5 Waktu

Sebagaimana disebutkan dalam hadits

إِنَّ أَثْقَلَ صَلاَةٍ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلاَةُ الْعِشَاءِ وَصَلاَةُ الْفَجْرِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا وَلَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِالصَّلاَةِ فَتُقَامَ ثُمَّ آمُرَ رَجُلاً فَيُصَلِّىَ بِالنَّاسِ ثُمَّ أَنْطَلِقَ مَعِى بِرِجَالٍ مَعَهُمْ حُزَمٌ مِنْ حَطَبٍ إِلَى قَوْمٍ لاَ يَشْهَدُونَ الصَّلاَةَ فَأُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ بُيُوتَهُمْ بِالنَّارِ

“Sesungguhnya shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya dan shalat Shubuh. Seandainya mereka tahu keutamaan yang ada dalam kedua shalat tersebut tentu mereka akan mendatanginya walau dengan merangkak. Sungguh aku bertekad untuk menyuruh orang melaksanakan shalat. Lalu shalat ditegakkan dan aku suruh ada yang mengimami orang-orang kala itu. Aku sendiri akan pergi bersama beberapa orang untuk membawa seikat kayu untuk membakar rumah orang yang tidak menghadiri shalat Jama’ah.” (HR. Bukhari no. 657 dan Muslim no. 651, dari Abu Hurairah).

Akibat Negatif Dari Sifat Munafik

Allah swt. dan Rasul-Nya mengancam sekali orang-orang yang memiliki sifat munafik, karena sangat membahayakan diri sendiri maupun orang lain, dapat dikatakan seperti musuh dan selimut.

Di masa Rasulullah saw. ada tokoh yang terkenal sebagai orang munafik, diantaranya adalah Abdullah bin Ubay. Dia termasuk seorang kepala suku yang memimpikan ingin jadi seorang raja di Madinah setelah Nabi tiada.

Tetapi khayalan itu tidak terkabul, kemunafikannyaterlihat ketika kaum muslimin akan menghadapi perang Uhud. Abdullah beserta pengikutnya keluar dari barisan kaum muslimin secara demonstrasi untuk tidak mengikuti perang tersebut.

Oleh karena itu Allah swt. mengutuk dan mengancam orang-orang yang munafik melalui firmannya dalam surat An Nisa ayat 138 yang artinya: “Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih.

Di ayat lain Allah swt. juga berfirman dalam Surat An Nisa ayat 145 yang artinya: “Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka.

Dalam wahyu Allah swt. yang lain adalah pada surat At Taubah ayat 68 yang artinya: “Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka, dan Allah mela’nati mereka, dan bagi mereka azab yang kekal.

Adapun Bahaya Atau Akibat Negatif Dari Munafik

  • Nifak atau munafik adalah sifat tercela yang dimiliki seseorang yang akan membahayakan diri orang munafik itu sendiri.
  • Hatinya selalu was-was, gelisah, dan tidak tentram.
  • Tidak lagi dipercaya oleh orang lain karena merasa telah dikecewakan akibat sifat kemunafikannya.
  • Dikucilkan orang karena munafik selalu mengecewakan orang atau teman sehingga merasa enggan untuk bergaul dan tidak mempercayainya lagi.
  • Allah swt.akan mengancam orang yang munafik dengan siksa neraka jahanam.

Doa Agar Tidak Menjadi Orang Munafik

Beberapa doa agar terhindar dari sifat munafik telah diajarkan di Alquran dan sunnah. Pertama adalah doa Nabi Ibrahim AS.

وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَن نَّعْبُدَ الْأَصْنَامَ – رَبِّ إِنَّهُنَّ أَضْلَلْنَ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ

Jauhkanlah diriku dan anak keturunanku dari mennyembah berhala. Ya Allah, berhala-berhala itu telah menyesatkan banyak orang. (QS. Ibrahim: 35 – 36).

Selain doa di atas, ada pula doa agar mendapat hidayah jadi sifat munafik yang ada dalam diri hilang karena hidayah dan taufiq dari Allah.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca doa,

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu hidayah, ketaqwaan, terjaga kehormatan, dan kekayaan…(HR. Ahmad 3950 & Muslim 7079).

Manusia mudah sekali terkena bujuk rayu iblis yang akan mencoba mengaajak manusia ingkar dan melanggar perintah Allah SWT. Maka, mintalah untuk selalu lindungi dari kesyirikan yang mengaraha ke sifat munafik.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika menyebutkan tentang bahaya syirik,

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَلشِّرْكُ أَخْفَى مِنْ دَبِيبِ النَّمْلِ ، أَلَا أَدُلُّكَ عَلَى شَيْءٍ إِذَا قُلْتَهُ ذَهَبَ عَنْكَ قَلِيلُهُ وَكَثِيرُهُ

Demi zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh syirik itu lebih samar dibandingkan jejak kaki semut. Maukah kutunjukkan kepada kalian satu doa, jika kalian mengucapkannya, maka syirik akan menjauhimu yang seidkit maupun yang banyak.” (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrad 716).

Macam Macam Najis Dan Dasar Hukumnya Yang Perlu Diketahui

Artikel kali ini kita akan membahas tentang Macam Macam Najis Dan Dasar Hukumnya. Najis menurut ilmu fiqih yaitu segala sesuatu yang dianggap kotor yang dapat mengakibatkan tidak sahnya ibadah terutama shalat.

macam macam najis
macam macam najis

Contoh – contoh najis antara lain: darah, bangkai (kecuali bangkai manusia, ikan & belalang), nanah, anjing, babi, minuman keras, segala sesuatu yang keluar dari kubul dan dubur manusia & hewan.

Macam Macam Najis dan Cara mensucikannya:

1. Najis Mukhaffafah

Najis mukhaffafah merupakan najis ringan seperti air kencing bayi laki – kali yang belum pernah makan sesuatu kecuali air susu ibunya. Najis ini bisa disucikan dengan dipercikan air ke tempat yang terkena najis hingga bersih.

2. Najis Mutawassithah

Najis mutawassithah merupakan najis sedang  seperti segala sesuatu yang keluar dari qubul dan dubur (kotoran) manusia juga hewan, seperti air kencing, kotoran buang air besar, nanah, darah, bangkai (kecuali bangkai manusia, ikan & belalang).

Najis mutawassithah juga dibagi menjadi dua:
  1. Najis ainiyah merupakan najis yang berwujud dan memiliki warna, aroma & rasa
  2. Najis hukmiyah merupakan najis yang tidak berwarna, aroma & rasa. Seperti bekas kencing, terkena khamr yang sudah kering, dan lain sebagainya.

Cara menyucikan najis mutawassitah dengan dihilangkan dulu najis ianiyah-nya. Setelah hilang warna, bau, dan rasa dari najis tersebut baru kemudian disiram dengan air dan disucikan kembali.

Sebagai contoh anak yang kencing di mushala, pertama dibersihkan dulu kecingnya dilap sampai kering (sampai tidak ada warna dan baunya yang tersisa) baru kemudian disiramkan dengan air.

3. Najis Mughallazhah

Najis mughallazhah merupakan najis berat seperti najis anjing, babi dan keturunannya.

Cara menyucikan najis ini dengan dibasuh dengan air sebanyak tujuh kali basuhan dimana diantaranya dicampur dengan debu.

Misalnya Sobat Duha terkena jilatan anjing, maka oleskan dengan debu di tempat yang terkena najis, lalu diberikan air, campur keduanya lalu dibasuh.

Hukum Tentang Najis Yang Wajib diketahui

1. Tidak Berdosa Jika kita Terkena Najis

Tidak berdosa bagi seorang muslim jika bersentuhan najis, baik disengaja maupun tidak. Asalkan ketika ingin beribadah, seperti shalat dibersihkan dulu badan, pakaian hingga tempat shalatnya.

Ini mengapa profesi sebagai tukang sampah, penyedot WC, pekerja rumah potong hewan adalah profesi yang halal meskipun setiap hari harus bersentuhan dengan kotoran.

2. Haram untuk Dikonsumsi

Meski tidak berdosa untuk bersentuhan dengan najis, tetapi diharamkan bagi seorang muslim mengkonsumsi benda – benda yang tergolong najis meskipun untuk alasan pengobatan. Menurut firman Allah SWT ;

وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ

Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk. (QS. Al-A’raf : 157).

3. Haram untuk Diperjual-belikan

Ulama berpendapat hukum memperjual-belikan benda najis ialah haram. Berdasarkan hadits berikut;

لَعَنَ اللَّهُ الْيَهُودَ إِنَّ اللَّهَ حَرَّمَ عَلَيْهِمْ الشُّحُومَ فَبَاعُوهَا وَأَكَلُوا أَثْمَانَهَا

Dari Abu Daud radhiyallahuanhu bahwa Rasulullah SAW telah bersabda,”Allah SWT telah melaknat orang-orang Yahudi, lantaran telah diharamkan lemak hewan, namun mereka memperjual-belikannya dan memakan hasilnya”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Haram hukumnya jika seorang muslim jual – beli daging babi, bangkai (kecuali kulit bangkai yang sudah disamak), dan jual beli anjing (kecuali anjing pemburu yang dimanfaatkan untuk berburu).

4. Haram Untuk Dibawa ke masjid pada saat akan sholat

Tidak hanya umat islam, agama lainnya pun tentu memiliki aturan untuk tidak membawa benda – benda kotor ke dalam tempat beribadah.

Adapun dalil tentang haramnya memasukan benda – benda najis ke masjid tercatat dalam hadits berikut :

عَنْ عَائِشَةَ t قَالَتْ إِنَّ رَسُولَ اللهِ أَمَرَ بِالمَسَاجِدِ أَنْ تُبْنىَ فيِ الدُّوْر وَأَنْ تُطَهَّر وَتُطَيَّب

Dari Aisyah radhiyallahuanha berkata, ”Rasulullah SAW memerintahkan untuk membangun masjid di tengah-tengah perumahan penduduk, serta memerintahkan untuk membersihkannya dan mensucikannya. “ (HR. Ahmad, Abu Daud dan At-Tirmizy)

Sebelum masuk ke dalam masjid hendaknya kita mengecek dahulu apakah ada najis yang menempel baik di baju maupun sepatu kita.

Baiknya letakan sepatu atau sandal kita di luar masjid, dan ambil wudhu untuk memastikan tidak ada najis yang terbawa sampai ke dalam masjid.

Hukum Ragu Terkena Najis Atau Tidak

Jika seseorang buang air kecil dengan berdiri, lalu ia meyakini bahwa sebagian air kencingnya mengenai pakaiannya, maka ia wajib mencuci titik yang terkena najis,

Tidak cukup hanya dipercikkan atau diusap pada tempat najisnya tersebut, yang diwajibkan adalah mencucinya dengan mengguyurkan air di atasnya.

Jika seseorang merasa ragu-ragu apakah pakaiannya terkena kencing atau tidak, maka ia tidak wajib mencucinya;

Karena hukum asalnya adalah pakaiannya suci sampai ia merasa yakin betul bahwa pakaiannya terkena najis.

Ulama Lajnah Daimah lil Ifta’ berkata: “Jika anda merasa yakin bahwa ada tetesan (air kencing) maka anda wajib beristinja’ dan berberwudu setiap kali mau shalat dan mencuci titik yang terkena najis tersebut. Adapun jika masih merasa ragu-ragu maka tidak perlu mencucinya, dan hendaknya berpaling dari yang meragukan sehingga tidak terkena was-was”. (Fatawa Lajnah Daimah lil Ifta’: 5/106)

Jika seseorang bertanya tentang hal yang bermanfaat baginya dalam urusan agamanya, maka hal ini bukanlah aib dan juga bukan was-was bahkan hal itu merupakan upaya mencapai kesempurnaan dan berusaha mendapatkan kebaikan.

Semoga Allah senantiasa memberikan taufik-Nya kepada kita semua untuk setiap kebaikan karena Dia-lah Yang Maha Kuasa akan hal tersebut.

Hukum Menyentuh Najis Yang Sudah Kering

Kalau Menyentuh najis yang sama-sama kering; najisnya kering, kulitnya juga kering maka itu tidak membuatnya jadi najis.

Imam As Suyuthi Rahimahullah berkata:

قال القمولي في الجواهر: النجس إذا لاقي شيئاً طاهراً وهما جافان لا ينجسه

Berkata Al Qamuliy dalam Al Jawahir: “Najis jika bertemu sesuatu yang suci dan keduanya kering maka tidak menajiskannya.” (Al Asybah wan Nazhaair, 1/432)

Syaikh Ibnu Jibrin Rahimahullah mengatakan:

لا يضر لمس النجاسة اليابسة بالبدن والثوب اليابس…؛ لأن النجاسة إنما تتعدى مع رطوبتها

Tidak apa-apa sentuhan najis yang sudah kering dengan badan, pakaian, karena kenajisan itu terus berlangsung selama dia basah. (Fatawa Islamiyyah, 1/194)

Jadi, kalau menyentuh sama-sama kering, tidak perlu dicuci lagi. Tapi, kalau ingin tetap dicuci juga tentu lebih bagus, untuk menghilangkan waswas. Kalau najisnya masih basah, barulah dicuci sampai bersih.

Macam Macam Najis Yang Dimaafkan

Ada sebagian bentuk najis yang sulit dihilangkan dan dihindari. Oleh karena itu, di dalam Islam yang juga mengusung konsep kemudahan dan tidak memberatkan maka ulama ahli fiqh mengeluarkan fatwanya tentang macam-macam najis yang dimaafkan.

Di antaranya adalah yang telah disebutkan oleh Dr. Mustafa al Khan, Dr Mustafa al Bagha dan Ali Assyibiji di dalam kitab Alfiqh Almanhaji Ala Madzhab Al Imam Al Syafi’i sebagaimana berikut:

1.Percikan air kencing yang telah menyebar dan tidak dapat dilihat dengan penglihatan yang normal yang mengenai baju atau badan. Baik berupa najis mughalladhah (sebab jilatan anjing), najis mukhaffafah (air kencingnya anak laki-laki yang belum umur dua tahun) atau najis mutawassithah.

2. Darah, nanah, darah nyamuk dan kotoran lalat yang sedikit dan hal-hal tersebut bukan disebabkan perbuatan manusia dan kesengajaan manusia.

3. Darah dan nanahnya luka meskipun banyak yang bersumber dari tubuhnya sendiri, keluarnya bukan karena ulahnya dan kesengajaannya serta mengalirnya tidak berpindah dari tempat asalnya.

4. Kotorannya binatang yang mengenai biji-bijian ketika digiling, kotoran binatang yang mengenai susu ketika diperas, selama kotoran tersebut tidak banyak dan tidak mengubah sifat susu tersebut.

5. Kotoran ikan di dalam air selama air tersebut tidak berubah, dan kotoran-kotoran burung di tempat-tempat yang mereka berlalu lalang di atasnya, seperti di tanah haram Makkah, Madinah dan tempat-tempat umum. Hal tersebut dimaafkan melebihi batas keumuman dan kesulitan untuk menghindarinya.

6. Darah yang mengenai pakaian tukang jagal (saat menyembelih hewan), selama darah tersebut tidak banyak.

7. Darah yang terdapat di atas daging

8. Mulutnya anak kecil yang terkena najis sebab muntah ketika menyusu dengan ibunya (gumoh).

9. Najis dari kotoran jalanan yang mengenai manusia

10. Bangkai hewan yang darahnya tidak mengalir atau memang tidak memiliki darah sama sekali jika jatuh ke dalam benda cair, seperti lalat, lebah, semut, dan dengan syarat jatuh dengan sendirinya serta benda cair tersebut tidak berubah sebab kejatuhan hewan tersebut.

Hal ini sebagaimana hadis riwayat Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah saw. bersabda, “jika lalat jatuh di tempat salah satu dari kalian, maka celupkanlah semuanya, kemudian buanglah, karena sesungguhnya salah satu dari sayapnya terdapat obat dan di sayap yang lainnya terdapat penyakit.

Pengambilan dalil dari hadis tersebut adalah bahwa seandainya lalat itu najis, maka Nabi Saw. tidak akan memerintahkan untuk mencelupkan.

Dan setiap bangkai yang tidak mengalir darahnya dianalogikan dengan lalat tersebut.

Sekian saja pembahasan Macam Macam Najis Dan Dasar Hukumnya Yang Perlu Diketahui. Semoga bermanfaat.

Kisah Inspirasi Islam : Preman Dapat Hidayah Karena Traktiran Makan

Kali ini saya akan menulis sebuah Kisah Inspirasi Islam “Preman Dapat Hidayah Karena Traktiran Makan”,Ceritanya bermula dari Ada Dua muslimah dan satu anaknya ini tengah makan siang di sebuah restoran di Jerman. Satu muslimah asal Indonesia, sedangkan yang lainnya adalah muslimah Turki yang menyertakan anaknya.

Kisah Inspirasi Kehidupan Islami

Keduanya menikmati sajian roti di restauran itu sembari berdiskusi kecil tentang Islam dan aneka kisah kehidupan keduanya.

Kisah inspirasi kehidupan islami

Tanpa berselang lama, datanglah dua orang laki-laki dewasa khas berandalan Eropa. Rambut mereka awut-awutan, logat bahasa kasar dan dengan sorot mata yang bengis. Kedua laki-laki tersebut, duduk dengan jarak lima meter dari tempat muslimah yang sedari tadi asik dengan makanan dan obrolan ringannya.

Pada mulanya, kedua muslimah itu tak hiraukan kedua preman tersebut. Lagipula, keduanya memang tak miliki urusan apa pun. Namun, sebuah dialog antara kedua preman itu memancing emosi salah satu muslimah nan baik hati ini.

Terdengar jelas, salah satu diantara mereka berkata, “Kau tahu mengapa bentuk roti di negeri kita mirip dengan lambang salah satu negara Islam itu?”

Orang yang ditanya menggeleng, tanpa kalimat.Kemudian Ia yang bertanya pun menjawabnya sendiri, menerangkan, “Karena kita membenci negara itu. Jadi, ketika kau melahapnya, bayangkanlah bahwa kau juga melahap negeri itu,” ungkapnya dengan diiriingi tawa melecehkan.

Merasa dihina, seorang muslimah asal Indonesia langsung mengambil posisi berdiri, hendak membalas hinaan manusia tak beradab itu. Namun, oleh saudari muslimah asal Turki itu, ia dicegah. Dengan lembut, ia menerangkan, “Aku punya cara yang lebih baik untuk membalas hinaan itu.”

Tak lama kemudian, kedua muslimah itu selesai makan. Ketika mendatangi kasir untuk membayar tagihan, muslimah Turki itu berkata kepada petugas yang melayaninya, “Tolong sekalian dihitung jumlah tagihan dua orang di sebelah sana,” pintanya sembari menunjuk ke arah dua preman itu.

Setelah melihat keanehan ini, sobatnya asal Indonesia bertanya keheranan. Namun, ia yang ditanya hanya menjawab santai, “kelak, kau akan tahu tujuanku.” Keduanya pun berlalu setelah menitipkan secarik kertas kepada kasir untuk disampaikan kepada kedua preman yang ditraktirnya itu.

Setelah selesai dengan makan dan obrolannya, kedua preman itu pun beranjak menuju kasir. Sesampainya di sana, air mukanya nampak kebingungan sebab tagihannya sudah dilunasi oleh seeorang yang sama sekali tak dikenalnya.

Sebelum mereka berdua beranjak, kasir menyampaikan titipan sebuah kertas untuk mereka. Di dalam kertas itu tertulis nama, agama dan alamat email serta ucapan selamat makan.

Dengan terbelalak, timbullah rasa malu di wajah kedua preman itu. Pasalnya, baru saja mereka menghina negara Islam tempat muslimah baik hati itu berasal.

Berselang bulan, terdapatlah pesan di akun email sang muslimah. Tertulis di sana, “Terimakasih. Maafkan atas kelancanganku. Kini, karena hidayah Allah melalui kebaikanmu, aku telah menjadi muslim.”

Subhanallahi walhamdulillahi Allahu Akbar.

Keutamaan Makan Dengan Tangan Kanan Sesuai Dengan Ajaran Islam

kenapa makan harus pakai tangan kanan

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang Keutamaan Makan Dengan Tangan Kanan Sesuai Dengan Ajaran Islam, ISLAM merupakan agama yang diturunkan untuk semua umat Rahmatan Lil’alamin,agama yang penuh cinta kasih terutama untuk pemeluknya,

Makan Minum Dengan Tangan Kanan Menurut Islam

Didalam islam bukan hanya agama yang mengajarkan tentang percaya kepada Tuhan, cara beribadah atau cara bersyukur, tapi juga mengajarkan banyak hal termasuk dalam kehidupan sehari-hari. Interaksi dengan orang lain, cara bersikap hingga urusan sehari-hari seperti makan juga diatur dengan jelas.

Demikian juga untuk urusan makan dan minum serta cara dan adab menyantapnya. Seluruh Muslim didunia dianjurkan untuk makan menggunakan tangan kanan karena tangan ini dianggap lebih baik dan lebih mulia jika dibandingkan tangan kiri.

Nabi Muhammad SAW berkata “Hai anak muda, sebutlah nama Allah dan makanlah dengan tangan kanan serta ambillah makanan yang ada didekatmu” HR Al- Bukhari dan Muslim.

Tidak hanya untuk makan, Rasulullah juga menganjurkan untuk menggunakan tangan kanan ketika hendak melakukan pekerjaan yang bersih.

Sementara tangan kiri hanya digunakan untuk melakukan pekerjaan kotor, misalnya membersihkan anggota tubuh usai ke toilet.

Sesuai dengan HR Muslim meriwayatkan dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah melarang umatnya makan dan minum menggunakan tangan kiri. “Janganlah kamu makan dan minum menggunakan tangan kiri karena yang makan dan minum menggunakan tangan kiri hanyalah setan.” Hal ini harus dilakukan bagi setiap orang yang memiliki tangan kanan dalam keadaan sehat dan sempurna.

Lain ceritanya jika seseorang mengalami cedera, luka, sakit atau cacat di tangan kanannya, maka hal ini dimaklumkan.

Adab Makan Dan Minum Dalam Islam

Di antara yang masih banyak dilakukan adalah makan dan minum menggunakan tangan kiri bahkan sambil berdiri. Padahal telah jelas perintah dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam untuk makan dan minum dengan tangan kanan dan itu bukan sekedar keutamaan.
Allah berfirman,

فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa adzab yang pedih.” (QS An-Nur: 63)

Allah Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi mengingatkan orang-orang yang menentang perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam yang itu merupakan jalan, manhaj, cara dan sunnahnya.

Barangsiapa menyelisihinya secara lahir dan batin berarti dia berada di mulut jurang kebinasaan dan berada dalam bahaya bahwa hatinya akan ditimpa kekufuran dan kemunafikan serta ancaman adzab Allah ‘Azza wa Jalla. Na’udzubillah.

Bacaan Hadits Menggunakan Tangan Kanan:

Dari Abu Muslim, ada juga yang mengatakan, Abu Iyas Salamah bin Amr bin al-Akwa radhiyallahu ‘anhu bahwasanya ada seseorang yang makan di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam dengan menggunakan tangan kirinya, maka beliau bersabda, “Makanlah dengan tangan kananmu.” “Aku tidak bisa,” jawab orang itu.

Beliau pun mengatakan, “Kamu tidak akan pernah bisa.Tidak ada yang menghalanginya menggunakan tangan kanan kecuali kesombongan. Akhirnya orang itu tidak dapat mengangkat tangannya ke mulutnya. (HR Muslim)

Syaikh Salim bin Ied al-Hilali menjelaskan kandungan hadits tersebut sebagai berikut:

• Kewajiban makan dengan menggunakan tangan kanan. Makan dengan tangan kiri tanpa alasan yang dibenarkan adalah haram.
• Segala sesuatu yang mulia harus dilakukan dengan tangan kanan. Sebab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam menyenangi bagian kanan dalam menjalankan kesibukannya.
• Menentang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam merupakan perbuatan dosa. Oleh karena itu Rasulullah mendoakan keburukan bagi orang tersebut. Sebab penolakannya itu disebabkan oleh kesombongan dan penentangannya.
• Pemberian nasihat kepada orang yang makan dan minum berlaku bagi laki-laki maupun perempuan dan juga anak-anak.
• Diperbolehkan memberi nasihat kepada seseorang di hadapan umum, jika mengandung kebaikan bagi semua orang.
• Diperbolehkan mendoakan keburukan bagi orang yang melakukan perbuatan haram karena penentangan dengan kesombongan dan terus menerus melakukannya.
• Kesombongan dan keengganan menjalankan hukum-hukum syariat menyebabkan datangnya siksaan bagi pelakunya.
• Allah Subhanahu wa Ta’ala memuliakan nabi sekaligus hamba-Nya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa salam dengan mengabulkan doanya.

Hadist lain yang memerintahkan untuk makan dengan tangan kanan di antaranya:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam memerintahkan seorang anak kecil tatkala makan, “Wahai anak kecil bacalah bismillah dan makanlah dengan tangan kananmu!” (HR Bukhari 5376 dan Muslim 2022) Dari sini tampak betapa dianjurkan mendidik anak-anak sejak kecil untuk makan dan minum menggunakan tangan kanan.

Pada suatu ketika pernah Rasulullah berkata kepada seorang wanita ketika makan dengan menggunakan tangan kirinya, “Janganlah engkau makan dengan menggunakan tangan kirimu, sungguh Allah telah menjadikan untukmu tangan kananmu.” Atau beliau mengatakan, “Sungguh Allah telah membebaskan untukmu tangan kananmu.” (HR Ahmad dalam Musnad (16756), dishahihkan al-Albani dalam Jilbab Mar’ah al-Muslimah)

Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaklah makan dengan tangan kanannya. Dan apabila minum maka minumlah dengan tangan kanannya, karena sesungguhnya setan makan dan minum dengan tangan kirinya.” (HR Muslim 2020, Timidzi 1800, Abu Dawud 3776)

Dan terdapat keterangan bahwa barangsiapa yang menyerupai atau meniru suatu kaum maka dia termasuk golongan mereka.

Dari dalil-dalil yang ada Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah menyatakan haram apabila makan dan minum dengan mempergunakan tangan kiri. (Zaadul Ma’ad II/405 dengan tahqiq al-Arnauth cet 1)

Penggunaan tangan kiri adalah sebagaimana dalam hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Janganlah sekali-kali salah seorang di antara kalian memegang kemaluannya dengan tangan kanan dan janganlah cebok di kamar mandi dengan tangan kanan dan janganlah meniup/bernafas di dalam bejana.” (HR Muslim no 612)

Segala macam aktivitas seperti di atas adalah kekhususan pekerjaan yang dimiliki oleh tangan kiri. Sedangkan tangan kanan dikhususkan untuk pekerjaan yang berkaitan dengan pekerjaan yang bersih atau suci.

Inilah aktivitas yang sesuai dengan aplikasi akhlak yang mulia dan kebaikan.

Berikut ini manfaat makan menggunakan tangan menurut islam:


1. Kita telah mengikuti Rasulullah sebagai ushwatun hasanah bagi kita. Dan jika kita mematuhi petunjuknya. Ini pasti memiliki nilai yang baik disisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.

2. Kita telah menyelisihi syaithan yang merupakan musuh yang nyata bagi manusia. Memang demikianlah seharusnya cara hidup kita yaitu menyelisihi musuh.

3. Jika sesuatu diajarkan oleh Rasulullah pastilah disitu ada manfaat dan hikmah yang besar, yang mungkin kita belum atau tidak mengetahuinya.

Hukum Makan Dengan Tangan Kiri Menurut Islam

Banyak sekalo hadis yang menunjukkan larangan makan dengan tangan kiri,

1. Ada perintah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

Dari Umar bin Abi Salamah radhiyallahu ‘anhuma, ketika beliau masih kecil pernah makan dengan kedua tangannya – kanan-kiri. Kemudian diperingatkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

يَا غُلاَمُ سَمِّ اللَّهَ ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ

“Wahai anakku, sebutlah nama Allah, dan makanlah dengan tangan kananmu, serta makanlah yang ada di hadapanmu.” (HR. Bukhari 5376 & Muslim 2022)

2. Meniru cara makannya setan

Menyerupai setan hukumnya dilarang. Karena setan itu musuh, bukan kawan. Sehingga jangan diikuti. Dan meniru kebiasaan setan termasuk mengikuti langkah setan.

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَأْكُلْ بِيَمِينِهِ وَإِذَا شَرِبَ فَلْيَشْرَبْ بِيَمِينِهِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِشِمَالِهِ وَيَشْرَبُ بِشِمَالِهِ

Apabila kalian makan, maka hendaknya makan dengan tangan kanannya. Jika minum maka hendaknya juga minum dengan tangan kanannya, karena setan makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya.” (HR. Muslim 2020, Abu Daud 3778 dan yang lainnya).

As-Shan’ani menjelaskan hadis Umar bin Abi Salamah,

وفي الحديث دليل على وجوب الأكل باليمين للأمر به أيضا ويزيده تأكيدا أنه صلى الله عليه وسلم أخبر بأن الشيطان يأكل بشماله ويشرب بشماله وفعل الشيطان يحرم على الإنسان

Dalam hadis di atas terdapat dalil wajibnya makan dengan tangan kanan, karena ada perintah untuk melakukannya. Hal ini diperkuat lagi, dimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan bahwa setan makan dengan tangan kiri dan minum dengan tangan kiri. Sementara perbuatan setan, haram untuk dilakukan manusia. (Subulus Salam, 3/159)

3. Didoakan keburukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

Salamah bin al-Akwa’ bercerita, Ada seseorang laki makan di samping Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan tangan kirinya. Lalu Rasulullah bersabda,

كُلْ بِيَمِينِكَ

Makanlah dengan tangan kananmu!

Dia malah menjawab, ‘Aku tidak bisa.’

قَالَ « لاَ اسْتَطَعْتَ ». مَا مَنَعَهُ إِلاَّ الْكِبْرُ. قَالَ فَمَا رَفَعَهَا إِلَى فِيهِ

Beliau bersabda, ‘Benar kamu tidak bisa?’ -dia menolaknya karena sombong-. Setelah itu tangannya tidak bisa diangkat sampai ke mulutnya.” (HR. Muslim 2021)

Ada 2 peringatan yang disampaikan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadis di atas,


[1] Perintah untuk makan dengan tangan kanan
[2] Doa buruk karena dia tidak segara melaksanakan perintah dengan alasan tidak bisa.

As-Shan’ani mengatakan,

ولا يدعو صلى الله عليه وسلم إلا على من ترك الواجب وأما كون الدعاء لتكبره فهو محتمل أيضا ولا ينافي أن الدعاء عليه للأمرين معا

Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mungkin mendoakan keburukan kecuali untuk orang yang meninggalkan kewajiban. Jika doa itu karena alasan orang itu bersikap sombong, memang ada kemungkinan demikian. Dan tidak jauh jika kita pahami bahwa doa itu karena kedua alasan tersebut. (Subulus Salam, 3/159).

Jadi, mulai sekarang, biasakanlah makan dengan tangan kanan, dan tinggalkan makan dengan tangan kiri…


Allahu a’lam

Peninggalan Peninggalan Bercorak Islam Di Indonesia Dan Penjelasannya

Kali ini saya akan membahas tentang Peninggalan Peninggalan Bercorak Islam Di Indonesia beserta Penjelasannya. Pengaruh Islam memberikan corak khusus terhadap kebudayaan bangsa Indonesia. Sampai sekarang pengaruh kebudayaan bercorak Islam masih dapat ditemukan.

Peninggalan Peninggalan Bercorak Islam Di Indonesia
Peninggalan Peninggalan Bercorak Islam Di Indonesia

Peninggalan Peninggalan Bercorak Islam Di Indonesia Dan Penjelasannya

Peninggalan-peninggalan sejarah bercorak Islam, antara lain masjid, makam, seni ukir, dan kesusastraan.

1. Masjid

Masjid adalah tempat untuk beribadah umat Islam. Pada umumnya, setiap kerajaan Islam mempunyai peninggalan sejarah berupa masjid. Contoh peninggalan sejarahberupa masjid adalah sebagai berikut:

  • Masjid Agung Demak yang didirikan oleh Walisanga. Masjid ini merupakan peninggalan Kerajaan Demak.
  • Masjid Baiturrahman merupakan peninggalan Kerajaan Aceh. Masjid ini dibangun pada tahun 1879–1881.
  • Masjid Agung Banten merupakan peninggalan Kerajaan Banten. Masjid ini didirikan Sultan Ageng Tirtayasa.
  • Masjid Kudus terdapat di Kudus, Jawa Tengah yang didirikan oleh Sunan Kudus.
Ciri-ciri masjid kuno pada masa awal penyebaran Agama Islam, yaitu:
  1. Atap masjid berbentuk bujur sangkar dan bertingkat seperti pura
  2. Mimbar masjid berbentuk teratai
  3. Hiasan masjid umumnya berupa ukiran bermotif hewan atau tumbuh-tumbuhan
  4. Terdapat kolam atau parit yang mengelilingi masjid
  5. Menara masjid menyerupai bangunan candi
  6. Halaman masjid dikelilingi tembok dengan satu atau dua pintu gerbang
  7. Pintu gerbang masjid (gapura) menyerupai gapura kraton atau candi
  8. Masjid kuno di kota biasanya berada di tengah kota dan menghadap alun-alun serta dekat dengan istana
  9. Masjid mempunyai denah bujur sangkar
  10. Di kiri atau kanan masjid biasanya terdapat menara untuk menyerukan adzan
  11. Di dalam masjid terdapat barisan tiang yang mengelilingi empat tiang induk
  12. Pada bagian barat terdapat sisi yang menonjol yang disebut mihrab
  13. Di sekitar masjid terdapat makam tokoh ulama tertentu

2.  Makam

Makam merupakan tempat untuk mengubur orang yang sudah meninggal. Letak makam umumnya berada di lereng-lereng bukit. Akan tetapi banyak juga yang berada di tempat datar.

Misalnya Makam Sultan Malik as Shaleh dan Sultan Iskandar Muda (di NAD), Makam Maulana Malik Ibrahim (di Gresik, Jawa Timur), serta makam rajaraja Gowa–Tallo (di Makassar, Sulawesi Selatan).

3. Keraton

Keraton atau istana merupakan bangunan yang luas untuk tempat tinggal raja dan keluarganya. Beberapa keraton atau istana yang merupakan peninggalan kerajaan Islam adalah sebagai berikut.

  • Keraton Kasunanan Surakarta (Jawa Tengah).
  • Kasultanaan Jogjakarta (Jogjakarta).
  • Kasepuhan dan Kanoman Cirebon (Jawa Barat).
  • Kasultanan Ternate (Maluku Utara).
  • Kasultanan Deli (Sumatra Utara).

4. Seni Ukir

Seni ukir yaitu lukisan, gambar, atau hiasan yang ditorehkan/dipahatkan pada kayu, batu, logam, dan lain sebagainya. Contoh seni ukir terdapat pada masjid Mantingan (Jepara), ukiran kayu dari Cirebon, ukiran pada makam (Gunongan) di Madura, ukiran pada gapura makam Sunan Pandanaran (Klaten), dan gapura makam Sendang Dhuwur (Tuban).

5. Aksara, Kaligrafi, dan Naskah

Aksara yaitu sistem tanda-tanda grafis yang digunakan manusia untuk berkomunikasi. Berikut ini peninggalan sejarah yang berupa aksara.

  • Aksara Jawi (Arab Melayu), yaitu aksara Arab yang terdapat di Sumatra dan Semenanjung Malaka.
  • Aksara Pegon yaitu aksara Arab dalam bahasa Sunda dan Jawa.
  • Aksara Arab gundul yaitu aksara Arab tanpa disertai baris dan harakat.

Kaligrafi yaitu seni menulis indah menggunakan huruf Arab. Naskah adalah karangan asli seseorang yang masih berbentuk tulisan tangan. Naskah-naskah yang ditemukan rata-rata berbahasa Arab.

  • Gharib al Hadist merupakan kumpulan hadis. Disusun oleh Abu Ubaidah Alqassim bin Sallam. Naskah ini tersimpan di perpustakaan Universitas Leiden Belanda.
  • Naskah yang disusun oleh Abu Qurairah berisi tentang tauhid. Naskah ini tersimpan di British Museum London.

6. Seni Pertunjukan, Budaya, dan Tradisi

Seni pertunjukan memiliki beberapa macam bentuk. Misalnya tarian, musik, atau

lakon tertentu semacam wayang. Berikut ini contoh seni pertunjukan.

  • Seni tari: Saman, Seudati, Zapin, dan Rudat.
  • Seni musik: rebana, orkes, dan gambus.
  • Seni suara: qasidah dan shalawat.
  • Seni pakeliran: wayang Menak (ceritanya dari Persia)
  • Adat istiadat: pakaian adat, upacara adat, dan lain-lain.

7. Kesusastraan

Peninggalan sejarah Islam berupa karya sastra di antaranya sebagai berikut.

  • Hikayat, yaitu karya sastra lama bercorak Islam yang berisi cerita pelipur lara atau pembangkit semangat. Misalnya Hikayat Raja-Raja Pasai, Hikayat Hang Tuah, dan Hikayat Jauhar Manikam.
  • Syair, yaitu sajak yang terdiri atas empat bait di mana setiap baitnya terdiri empat baris. Misalnya Syair Peratun, Syair Burung Pingai, dan Syair Burung Pungguh.
  • Suluk, yaitu kitab-kitab yang berisi ajaran-ajaran tasawuf. Misalnya Suluk Suka Rasa, Suluk Wujil, serta beberapa syair dan prosa tulisan Hamzah Fansuri.
  • Babad, yaitu cerita yang lebih menekankan pada sejarah atau latar belakang kejadiannya. Misalnya Babad Tanah Jawi atau riwayat para nabi, Kitab Manik Mayu, dan Kitab Ambia yang berisi cerita dari Nabi Adam a.s. sampai Nabi Muhammad saw.
  • Kitab yang berisi ajaran moral dan tuntunan hidup sesuai dengan syariat dan adat. Contoh kitab di antaranya Tajus-Salatin (Mahkota Segala Raja) karya Bukhari al Jauhari, serta Bustanus-Salatin dan Siratul Mustaqin karya Nurudin ar Raniri atas perintah Sultan Iskandar Muda II.

8. Pondok Pesantren

Pusat pendidikan agama Islam sejak masuk ke Indonesia sampai sekarang dikenal dengan nama pesantren. Dahulu, lembaga ini dikenal sebagai tempat anak-anak Indonesia menimba ilmu pengetahuan agama Islam.

Di dalam kehidupan pesantren, seluruh peserta didiknya diasramakan. Diajarkan pula beberapa keterampilan untuk bekal hidup di masyarakat. Peserta didiknya disebut santri.

Para santri belajar dalam jangka waktu tertentu. Jika sudah mampu mengamalkan ilmunya, para santri dapat kembali ke daerah asal masing masing

Beberapa pesantren besar yang ada di Indonesia antara lain Pesantren Tebuireng di Jombang, Pesantren Lasem di Rembang, Pesantren Lirboyo di Kediri, Pesantren Asembagus di Situbondo, Pesantren As-Shiddiqiyyah di Jakarta, Al-Kautsar Medan.

1). Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan

Salah satu pesantren terbaik yang ada di Indonesia adalah pondok pesantren Sidogori di Pasuruan. Banyak hal yang mempengaruhi terpilihnya pesantren ini menjadi salah satu pesantren terbaik di Indonesia yang menempati, salah satu pertimbangannya adalah sebagai berikut:

Pesantren ini merupakan salah satu pesantren tertua di Indonesa yang masih eksis dan terus berkembang.

Di zaman modern ini, pesantren ini tetap berani mempertahankan sistem pendidikan salaf murni yang mengkaji ilmu agama, walaupun demikian hebatnya pesantren ini berhasil mempertahankan jumlah santri yang terbilang cukup banyak, yaitu sekitar puluhan ribu santri putra dan putri.

Terkenal sebagai pesantren yang berhasil mandiri secara finansial berkat berbagai bisnis yang dibangun oleh yayasan pesantren seperti waralaba minimarket (Mart) yang bernama Koperasi Sidogiri, lembaga keuangan yang bernama BMT (baitul Mal Wat Tamwil), serta masih banyak usaha lainnya.

Faktor-faktor penting lainnya yang menjadikan Ponpes Sidogori ini menjadi salah satu pesantren terbaik di Indonesia adalah karena komitmen para pengurus ponpes Sidogiri yang tetap mempertahankan sistem pendidikan Madrasah Diniyah (MD) sampai tingkat Ma’had Ali (Universitas) yang bernama Tarbiyatul Mu’alimin.

Selain itu pesantren ini sering mengirim guru tugas ke berbagai daerah di Indonesia serta luasnya jaringan alumni pesantren ini.

2). Pondok Pesantren Langitan Tuban

Pondok pesantren Langitan berdiri pada tahun 1852. Ponpes ini adalah pesantren yang sangat berpengaruh di daerah Surabaya ke arah barat menjangkau kabupaten Bojonegoro, Gresik, Cepu, Tuban serta Lamongan.

Figur yang sangat mempunyai kharisma tinggi di pesantren ini adalah adalah KH Abdullah Faqih yang turut berkiprah di kancah politik Nasional. Hal inilah yang menambah dikenalnya pesantren Langitan ini.

3). Pondok Modern Gontor

Pondok ini merupakan pelopor dan inovator pembuat pesantren modern yang terinspirasi oleh Sir Syed Ahmad Khan founder Aligarh Muslim University di India yang melakukan modernisasi pendidikan Islam.

Dahulu ponpes ini bernama Ponpes Darussalam Gontor, dan setelah dirubah namanya menjadi Pondok Modern Gontor yang membuat pesantren ini menjadi institusi pendidikan Islam yang sering ditempati oleh masyarakat Islam perkotaan yang dulu enggan belajar di pondok pesantren karena terkesan tua.

Pondok pesantren modern Gontor mempunyai ciri khas tersendiri yatu memiliki kedisiplinan yang tinggi, pembiasaan dalam mengucap bahasa Arab dan Inggris yang sering digunakan dalam bahasa sehari-hari serta kerapihan mengenakan pakaian yang selalu memakai dasi saat bersekolah, dan masih banyak yang lainnya.

Di sini pun para santri belajar tentang kisah hijrah Nabi Muhammad, kerajaan Islam di Indonesia serta sejarah perkembangan agama Islam di Eropa.Secara keseluruhan, sistem yang dipakai di Pondok Modern Gontor berjalan dengan baik dan sangat sukses.

Karena kesuksesannya tersebut, sistem yang dipakai di Pondok Modern Gontor ini menciptakan tren baru dikalangan pesantren-pesantren di Indonesia.

4). Pondok Pesantren Tebuireng Jombang

Pendiri pesantren Tebuireng yaitu Kyai Hasyim Asy’ari dikenal sebagai sosok ulama kharismatik sekaligus pendiri organisasi Ulama (NU) pada tahun 1926.

Hal inilah yang turut membuat pesantren ini terkenal di masyarakat. Selain itu cucu pendiri pesantren ini yaitu KH Abdurrahman alias Gusdur menjadi presiden RI ke empat dan yang pertama berasal dari kalangan santri.

5). Pondok Pesantren Al-Khairaat Palu

Pesantren Al-Khairaat adalah pesantren paling berpengaruh dan terpopuler di luar Jawa khususnya di Sulawesi dan kawasan Indonesia Timur. Selain itu pesantren ini juga didirikan dan di asuh oleh seorang habib.

Pesantren ini memiliki banyak cabang yang tersebar di kawasan Indonesia Timur, Apabila ditotal jumlah santri pesantren ini mencapai angka puluhan ribu santri.

Hasil Kebudayaan Islam Yang Ada Di Indonesia

Budaya berasal dari bahasa Sansekerta artinya buddayah bentuk jamak dari kata budhi yang berarti perilaku, budi atau akal. Jadi kebudayaan dapat diartikan sebagai bentuk yang berkaitan dengan budi pekerti dari hasil pemikiran. Kesenian termasuk dalam unsur kebudayaan.

Sebab perwujudan dari kebudayaan tidak terlepas dari hasil olah pikir dan perilaku manusia lewat bahasa, sarana kehidupan dan organisasi sosial. Kesemuanya itu sangat membantu manusia dalam menjalani kehidupan bermasyarakat.

Kesenian adalah salah satu media yang paling mudah diterima dalam penyebaran agama Islam. Salah satu buktinya adalah menyebarnya agama Islam dengan menggunakan wayang kulit dan gamelan oleh Sunan Kalijaga.

Sedangkan yang dimaksud dengan tradisi adalah suatu adat istiadat yang biasa dilakukan namun didalamnya mengandung ajaran-ajaran Islam.

Diantara seni budaya nusantara yang telah mendapatkan pengaruh dari ajaran Islam adalah :

1. Wayang

Dalam bahasa berarti ”ayang-ayang” atau bayangan. Karena yang terlihat adalah bayangannya dalam kelir (tabir kain putih sebagai gelanggang permainan wayang).

Bisa juga diberi penjelasan wayang adalah pertunjukkan yang disajikan dalam berbagai bentuk, terutama yang mengandung unsur pelajaran (wejangan). Pertunjukan ini diiringi dengan teratur oleh seperangkat gamelan.

Wayang pada mulanya dibuat dari kulit kerbau, hal ini dimulai pada zaman Raden Patah. Dahulunya lukisan seperti bentuk manusia.

Karena bentuk wayang berkaitan dengan syariat agama Islam, maka para wali mengubah bentuknya. Dari yang semula lukisan wajahnya menghadap lurus kemudian agak dimiringkan.

Pada tahun 1443 Saka, bersamaan dengan berdirinya kerajaan Islam Demak, maka wujud wayang geber diganti menjadi wayang kulit secara terperinci satu persatu tokoh-tokohnya. Sumber cerita dalam mementaskan wayang diilhami dari Kitab Ramayana dan Mahabarata.

Tentunya para Wali mengubahnya menjadi cerita-cerita keislaman, sehingga tidak ada unsur kemusyrikan didalamnya.

Salah satu lakon yang terkenal dalam pewayangan ini adalah jimad kalimasada yang dalam Islam diterjemahkan menjadi Jimad Kalimat Syahadat. Dan masih banyak lagi istilah-istilah Islam yang dipadukan dengan istilah dalam pewayangan.

2. Hadrah dan Sholawat kepada Nabi Muhammad SAW

Hadrah adalah salah satu jenis alat musik yang bernafaskan Islam. Seni suara yang diiringi dengan rebana (perkusi dari kulit hewan) sebagai alat musiknya.

Sedang lagu-lagu yang dibawakan adalah lagu yang bernuansakan Islami yaitu tentang pujian kepada Allah swt dan sanjungan kepada Nabi Muhammad saw.

Dalam menyelenggarakan pesta musik yang diiringi rebana ini juga menampilkan lagu cinta, nasehat dan sejarah-sejarah kenabian. Sampai sekarang kesenian hadrah masih eksis berkembang di masyarakat.

Pada zaman sekarang kesenian hadrah biasanya hadir ketika acara pernikahan, akikahan atau sunatan. Bahkan kesenian hadrah ini dijadikan lomba antar pondok pesantren atau antar madrasah.

3. Qasidah

Qasidah artinya suatu jenis seni suara yang menamilkan nasehat-nasehat keislaman. Dalam lagu dan syairnya banyak mengandung dakwah Islamiyah yang berupa nasehat-nasehat, shalawat kepada Nabi dan do’a-do’a.

Biasanya qasidah diiringi dengan musik rebana. Kejadian pertama kali menggunakan musik rebana adalah ketika Rasulullah saw disambut dengan meriah di Madinah.

4. Kesenian Debus

Kesenian debus difungsikan sebagai alat untuk membangkitkan semangat para pejuang dalam melawan penjajah. Oleh karena itu, debus merupakn seni bela diri untuk memupuk rasa percaya diri dalam menghadapi musuh.

Pengertian lain dari debus adalah gedebus atau almadad yaitu nama sebuah benda tajam yang digunakan untuk pertunjukan kekebalan tubuh.

Benda ini terbuat dari besi dan digunakan untuk melukai diri sendiri. Karena itu kata debus juga diartikan dengan tidak tembus.

Filosofi dari kesenian ini adalah kepasrahan kepada Allah swt yang menyebabkan mereka memiliki kekuatan untuk menghadapi bahaya, seperti yang dilambangkan dengan benda tajam dan panas.

5. Tari Zapin

Tari Zapin adalah sebuah tarian yang mengiringi musik qasidah dan gambus. Tari Zapin diperagakan dengan gerak tubuh yang indah dan lincah.

Musik yang mengiringinya berirama padang pasir atau daerah Timur Tengah. Tari Zapin biasa dipentaskan pada upacara atau perayaan tertentu misalnya : khitanan, pernikahan dan peringatan hari besar Islam lainnya.

6. Suluk

Suluk adalah tulisan dalam bahasa jawa dengan huruf jawa maupun huruf arab yang berisikan pandangan hidup masyarakat jawa. Suluk berisi ajaran kebatinan masyarakat jawa yang berpegang teguh pada tradisi jawa dan unsur-unsur Islam.

Suluk sewelasan tergolong ritual yang sudah langka dalam tradisi budaya Islam di Jawa. Berbagai bentuk seni budaya Islam yang berkembang di Jawa tak terdapat di Arab sana Tradisi yang dibawa dari Persia ini untuk memperingati hari lahir Syekh Abdul Qadir Jaelani, tokoh sufi dari Baghdad, Irak, yang jatuh pada tanggal 11 (sewelas).

Suluk dalam bahasa Jawa dan Arab, terdiri dari salawat dan zikir—zikir zahir (fisik) dan zikir sirri (batin). Ketika zikir mereka terdengar mirip dengungan, orang-orang itu seperti ekstase.

Jari tangan tak henti memetik butir tasbih. Ketika jari berhenti, zikir dilanjutkan di dalam batin. Pada titik ini terjadi ”penyatuan” dengan Yang Maha Esa. Lewat suluk ini akan mempertebal keyakinan kepada Allah swt.

7. Seni Bangunan

Peninggalan Islam yang berupa fisik adalah arsitektur bangunan masjid, seni ukir dan seni kaligrafi. Masjid yang di bangun di Indonesia tidak serta merta melambangkan keislaman. Arsitektur yang digunakan adalah perpaduan antara Islam dan Hindu atau Jawa.

8. Arsitektur Masjid

Pada masjid agung Demak bentuk atapnya memiliki ciri atap yang berbentuk tumpang. Atap tersebut tersusun ke atas semakin kecil dan tingkat teratas disebut dengan limas. Jumlah tumpang biasanya gasal.

Bentuk masjid seperti ini disebut dengan meru. Masjid lain yang memiliki corak hampir sama dengan masjid Demak adalah Masjid Agung Banten, Masjid Raya Baiturrahman dan masjid Ternate.

Berbeda dengan masjid Kudus, dimana menara masjid Kudus memiliki ciri khas Hindu sangat kuat dan tercermin dari bentuk menara seperti candi.

9. Makam-makam para Raja

Hasil seni bangunan lainnya dapat terlihat dengan jelas pada bentuk makam-makam para tokoh Islam di berbagai tempat. Di beberapa wilayah seperti Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera terdapat nisan yang terpengaruh oleh adat setempat.

Pengaruh budaya arab dapat terlihat dari beaneka ragam hiasan pada nisan. Selain itu, bentuk gapura makam para Sunan atau tokoh Islam lainnya berbentuk Candi bentar atau kori agung merupakan corak pintu yang dikenal pada zaman sebelum Islam ke Indonesia.

Tradisi Islam Yang Ada Di Nusantara

Berikut ini contoh contoh tradisi islam yang ada di nusantara:

1. Penanggalan Hijriyah

Masuknya agama Islam ke Indonesia, secara tidak langsung membawa pengaruh pada sistem penanggalan. Agama Islam menggunakan perputaran bulan, sedangkan kalender sebelumnya menggunakan perputaran matahari.

Perpaduan antara penanggalan Islam dengan penanggalan jawa adalah sebagai berikut :

No Nama bulan dalam Islam Nama bulan dalam Jawa

1 Muharram Sura
2 Safar Sapar
3 Rabiul awwal Mulud
4 Rabiul akhir Ba’da mulud
5 Jumadil awal Jumadil awal
6 Jumadil akhir Jumadil akhir
7 Rajab Rajab
8 Sya’ban Ruwah
9 Ramadhan Pasa
10 Syawal Syawal
11 Zulqaidah Kapit
12 Zulhijjah Besar

2. Mauludan

Setiap bulan Rabi’ulawwal tahun Hijriyah, sebagian besar umat Islam Indonesia menyelenggarakan acara mauludun. Maksud dari acara tersebut adalah untuk mengenang hari kelahiran Rasulullah saw.

Dalam acara tersebut diadakan pembacaan sejarah hidup Nabi Muhammad saw melalui kitab Al- Barzanji atau Situddurar. Puncak acara biasanya terjadi pada tanggal 12 rabiulawwal, dimana tanggal tersebut Rasulullah saw dilahirkan.

Di Aceh tradisi mauludun adalah sebagai pengganti upeti atau pajak bagi kerajaan Turki, karena Kerajaan Aceh memiliki hubungan diplomasi yang baik dengan Turki.

4. Grebeg

Tradisi untuk mengiringi para raja atau pembesar kerajaan. Grebeg pertama kali diselenggarakan oleh keraton Yogyakarta oleh Sultan Hamengkubuwana ke-1. Grebeg dilaksanakan saat Sultan memiliki hajat dalem berupa menikahkan putra mahkotanya.

Grebeg di Yogyakarta di selenggarakan 3 tahun sekali yaitu :

  • pertama grebeg pasa, syawal diadakan setiap tanggal 1 Syawal bertujuan untuk menghormati Bulan Ramadhan dan Lailatul Qadr,
  • kedua grebeg besar, diadakan setiap tanggal 10 dzulhijjah untuk merayakan hari raya kurban dan ketiga grebek maulud setiap tanggal 12 Rabiul awwal untuk memperingati hari Maulid Nabi Muhammad saw.

Selain kota Yogyakarta yang menyelenggarakan pesta grebeg adalah kota Solo, Cirebon dan Demak.

5. Sekaten

Sekaten adalah tradisi membunyikan musik gamelan milik keraton. Pertama kali terjadi di pulau Jawa. Tradisi ini sebagai sarana penyebaran agama Islam yang pada mulanya dilakukan oleh Sunan Bonang.

Dahulu setiap kali Sunan Bonang membunyikan gamelan diselingi dengan lagu-lagu yang berisi tentang agama Islam serta setiap pergantian pukulan gamelan diselingi dengan membaca syahadatain. Yang pada akhirnya tradisi ini disebut dengan sekaten.

Maksud dari sekaten adalah syahadatain. Sekaten juga biasanya bersamaan dengan acara grebek maulud. Puncak dari acara sekaten adalah keluarnya sepasang gunungan dari Masjid Agung setelah didoakan oleh ulama’-ulama’ keraton.

Banyak orang yang percaya, siapapun yang mendapatkan makanan baik sedikit ataupun banyak dari gunungan itu akan mendapatkan keberkahan dalam kehidupannya. Beberapa hari menjelang dibukanya sekaten diselenggarakan pesta rakyat.

6. Selikuran

Maksudnya adalah tradisi yang diselenggarakan setiap malam tanggal 21 Ramadhan. Tradisi tersebut masih berjalan dengan baik di Keraton Surakarta dan Yogyakarta.

Selikuran berasal dari kata selikur atau dua puluh satu. Perayaan tersebut dalam rangka menyambut datangnya malam lailatul qadar, yang menurut ajaran Islam lailatulqadar hadir pada 1/3 terakhir bulan ramadhan.

7. Megengan atau Dandangan

Upacara untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan. Kegiatan utamanya adalah menabuh bedug yang ada di masjid sebagai tanda bahwa besok hari sudah memasuki bulan Ramadhan dan semua wajib melaksanakan puasa.

Upacara tersebut masih terpelihara di daerah Kudus dan Semarang.

8. Pesta Tabot

Upacara untuk memperingati gugurnya Husen bin Ali ra. Husein gugur saat mempertahankan haknya sebagai pewaris tahta ayahnya yang pro pada khalifah Ali bin Abi Thalib.

Pesta tabuik diselenggarakan di Sumatera dengan pertunjukan berbentuk prosesi benda ritual.

9.Suranan

Suranan dalam penanggalan Islam adalam bulan Muharam. Pada bulan tersebut masyarakat berziarah ke makam para wali. Selain itu mereka membagikan makanan khas berupa bubur sura yang melambangkan tanda syukur kepada Allah swt.