Peninggalan Peninggalan Bercorak Islam Di Indonesia Dan Penjelasannya

Kali ini saya akan membahas tentang Peninggalan Peninggalan Bercorak Islam Di Indonesia beserta Penjelasannya. Pengaruh Islam memberikan corak khusus terhadap kebudayaan bangsa Indonesia. Sampai sekarang pengaruh kebudayaan bercorak Islam masih dapat ditemukan.

Peninggalan Peninggalan Bercorak Islam Di Indonesia
Peninggalan Peninggalan Bercorak Islam Di Indonesia

Peninggalan Peninggalan Bercorak Islam Di Indonesia Dan Penjelasannya

Peninggalan-peninggalan sejarah bercorak Islam, antara lain masjid, makam, seni ukir, dan kesusastraan.

1. Masjid

Masjid adalah tempat untuk beribadah umat Islam. Pada umumnya, setiap kerajaan Islam mempunyai peninggalan sejarah berupa masjid. Contoh peninggalan sejarahberupa masjid adalah sebagai berikut:

  • Masjid Agung Demak yang didirikan oleh Walisanga. Masjid ini merupakan peninggalan Kerajaan Demak.
  • Masjid Baiturrahman merupakan peninggalan Kerajaan Aceh. Masjid ini dibangun pada tahun 1879–1881.
  • Masjid Agung Banten merupakan peninggalan Kerajaan Banten. Masjid ini didirikan Sultan Ageng Tirtayasa.
  • Masjid Kudus terdapat di Kudus, Jawa Tengah yang didirikan oleh Sunan Kudus.
Ciri-ciri masjid kuno pada masa awal penyebaran Agama Islam, yaitu:
  1. Atap masjid berbentuk bujur sangkar dan bertingkat seperti pura
  2. Mimbar masjid berbentuk teratai
  3. Hiasan masjid umumnya berupa ukiran bermotif hewan atau tumbuh-tumbuhan
  4. Terdapat kolam atau parit yang mengelilingi masjid
  5. Menara masjid menyerupai bangunan candi
  6. Halaman masjid dikelilingi tembok dengan satu atau dua pintu gerbang
  7. Pintu gerbang masjid (gapura) menyerupai gapura kraton atau candi
  8. Masjid kuno di kota biasanya berada di tengah kota dan menghadap alun-alun serta dekat dengan istana
  9. Masjid mempunyai denah bujur sangkar
  10. Di kiri atau kanan masjid biasanya terdapat menara untuk menyerukan adzan
  11. Di dalam masjid terdapat barisan tiang yang mengelilingi empat tiang induk
  12. Pada bagian barat terdapat sisi yang menonjol yang disebut mihrab
  13. Di sekitar masjid terdapat makam tokoh ulama tertentu

2.  Makam

Makam merupakan tempat untuk mengubur orang yang sudah meninggal. Letak makam umumnya berada di lereng-lereng bukit. Akan tetapi banyak juga yang berada di tempat datar.

Misalnya Makam Sultan Malik as Shaleh dan Sultan Iskandar Muda (di NAD), Makam Maulana Malik Ibrahim (di Gresik, Jawa Timur), serta makam rajaraja Gowa–Tallo (di Makassar, Sulawesi Selatan).

3. Keraton

Keraton atau istana merupakan bangunan yang luas untuk tempat tinggal raja dan keluarganya. Beberapa keraton atau istana yang merupakan peninggalan kerajaan Islam adalah sebagai berikut.

  • Keraton Kasunanan Surakarta (Jawa Tengah).
  • Kasultanaan Jogjakarta (Jogjakarta).
  • Kasepuhan dan Kanoman Cirebon (Jawa Barat).
  • Kasultanan Ternate (Maluku Utara).
  • Kasultanan Deli (Sumatra Utara).

4. Seni Ukir

Seni ukir yaitu lukisan, gambar, atau hiasan yang ditorehkan/dipahatkan pada kayu, batu, logam, dan lain sebagainya. Contoh seni ukir terdapat pada masjid Mantingan (Jepara), ukiran kayu dari Cirebon, ukiran pada makam (Gunongan) di Madura, ukiran pada gapura makam Sunan Pandanaran (Klaten), dan gapura makam Sendang Dhuwur (Tuban).

5. Aksara, Kaligrafi, dan Naskah

Aksara yaitu sistem tanda-tanda grafis yang digunakan manusia untuk berkomunikasi. Berikut ini peninggalan sejarah yang berupa aksara.

  • Aksara Jawi (Arab Melayu), yaitu aksara Arab yang terdapat di Sumatra dan Semenanjung Malaka.
  • Aksara Pegon yaitu aksara Arab dalam bahasa Sunda dan Jawa.
  • Aksara Arab gundul yaitu aksara Arab tanpa disertai baris dan harakat.

Kaligrafi yaitu seni menulis indah menggunakan huruf Arab. Naskah adalah karangan asli seseorang yang masih berbentuk tulisan tangan. Naskah-naskah yang ditemukan rata-rata berbahasa Arab.

  • Gharib al Hadist merupakan kumpulan hadis. Disusun oleh Abu Ubaidah Alqassim bin Sallam. Naskah ini tersimpan di perpustakaan Universitas Leiden Belanda.
  • Naskah yang disusun oleh Abu Qurairah berisi tentang tauhid. Naskah ini tersimpan di British Museum London.

6. Seni Pertunjukan, Budaya, dan Tradisi

Seni pertunjukan memiliki beberapa macam bentuk. Misalnya tarian, musik, atau

lakon tertentu semacam wayang. Berikut ini contoh seni pertunjukan.

  • Seni tari: Saman, Seudati, Zapin, dan Rudat.
  • Seni musik: rebana, orkes, dan gambus.
  • Seni suara: qasidah dan shalawat.
  • Seni pakeliran: wayang Menak (ceritanya dari Persia)
  • Adat istiadat: pakaian adat, upacara adat, dan lain-lain.

7. Kesusastraan

Peninggalan sejarah Islam berupa karya sastra di antaranya sebagai berikut.

  • Hikayat, yaitu karya sastra lama bercorak Islam yang berisi cerita pelipur lara atau pembangkit semangat. Misalnya Hikayat Raja-Raja Pasai, Hikayat Hang Tuah, dan Hikayat Jauhar Manikam.
  • Syair, yaitu sajak yang terdiri atas empat bait di mana setiap baitnya terdiri empat baris. Misalnya Syair Peratun, Syair Burung Pingai, dan Syair Burung Pungguh.
  • Suluk, yaitu kitab-kitab yang berisi ajaran-ajaran tasawuf. Misalnya Suluk Suka Rasa, Suluk Wujil, serta beberapa syair dan prosa tulisan Hamzah Fansuri.
  • Babad, yaitu cerita yang lebih menekankan pada sejarah atau latar belakang kejadiannya. Misalnya Babad Tanah Jawi atau riwayat para nabi, Kitab Manik Mayu, dan Kitab Ambia yang berisi cerita dari Nabi Adam a.s. sampai Nabi Muhammad saw.
  • Kitab yang berisi ajaran moral dan tuntunan hidup sesuai dengan syariat dan adat. Contoh kitab di antaranya Tajus-Salatin (Mahkota Segala Raja) karya Bukhari al Jauhari, serta Bustanus-Salatin dan Siratul Mustaqin karya Nurudin ar Raniri atas perintah Sultan Iskandar Muda II.

8. Pondok Pesantren

Pusat pendidikan agama Islam sejak masuk ke Indonesia sampai sekarang dikenal dengan nama pesantren. Dahulu, lembaga ini dikenal sebagai tempat anak-anak Indonesia menimba ilmu pengetahuan agama Islam.

Di dalam kehidupan pesantren, seluruh peserta didiknya diasramakan. Diajarkan pula beberapa keterampilan untuk bekal hidup di masyarakat. Peserta didiknya disebut santri.

Para santri belajar dalam jangka waktu tertentu. Jika sudah mampu mengamalkan ilmunya, para santri dapat kembali ke daerah asal masing masing

Beberapa pesantren besar yang ada di Indonesia antara lain Pesantren Tebuireng di Jombang, Pesantren Lasem di Rembang, Pesantren Lirboyo di Kediri, Pesantren Asembagus di Situbondo, Pesantren As-Shiddiqiyyah di Jakarta, Al-Kautsar Medan.

1). Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan

Salah satu pesantren terbaik yang ada di Indonesia adalah pondok pesantren Sidogori di Pasuruan. Banyak hal yang mempengaruhi terpilihnya pesantren ini menjadi salah satu pesantren terbaik di Indonesia yang menempati, salah satu pertimbangannya adalah sebagai berikut:

Pesantren ini merupakan salah satu pesantren tertua di Indonesa yang masih eksis dan terus berkembang.

Di zaman modern ini, pesantren ini tetap berani mempertahankan sistem pendidikan salaf murni yang mengkaji ilmu agama, walaupun demikian hebatnya pesantren ini berhasil mempertahankan jumlah santri yang terbilang cukup banyak, yaitu sekitar puluhan ribu santri putra dan putri.

Terkenal sebagai pesantren yang berhasil mandiri secara finansial berkat berbagai bisnis yang dibangun oleh yayasan pesantren seperti waralaba minimarket (Mart) yang bernama Koperasi Sidogiri, lembaga keuangan yang bernama BMT (baitul Mal Wat Tamwil), serta masih banyak usaha lainnya.

Faktor-faktor penting lainnya yang menjadikan Ponpes Sidogori ini menjadi salah satu pesantren terbaik di Indonesia adalah karena komitmen para pengurus ponpes Sidogiri yang tetap mempertahankan sistem pendidikan Madrasah Diniyah (MD) sampai tingkat Ma’had Ali (Universitas) yang bernama Tarbiyatul Mu’alimin.

Selain itu pesantren ini sering mengirim guru tugas ke berbagai daerah di Indonesia serta luasnya jaringan alumni pesantren ini.

2). Pondok Pesantren Langitan Tuban

Pondok pesantren Langitan berdiri pada tahun 1852. Ponpes ini adalah pesantren yang sangat berpengaruh di daerah Surabaya ke arah barat menjangkau kabupaten Bojonegoro, Gresik, Cepu, Tuban serta Lamongan.

Figur yang sangat mempunyai kharisma tinggi di pesantren ini adalah adalah KH Abdullah Faqih yang turut berkiprah di kancah politik Nasional. Hal inilah yang menambah dikenalnya pesantren Langitan ini.

3). Pondok Modern Gontor

Pondok ini merupakan pelopor dan inovator pembuat pesantren modern yang terinspirasi oleh Sir Syed Ahmad Khan founder Aligarh Muslim University di India yang melakukan modernisasi pendidikan Islam.

Dahulu ponpes ini bernama Ponpes Darussalam Gontor, dan setelah dirubah namanya menjadi Pondok Modern Gontor yang membuat pesantren ini menjadi institusi pendidikan Islam yang sering ditempati oleh masyarakat Islam perkotaan yang dulu enggan belajar di pondok pesantren karena terkesan tua.

Pondok pesantren modern Gontor mempunyai ciri khas tersendiri yatu memiliki kedisiplinan yang tinggi, pembiasaan dalam mengucap bahasa Arab dan Inggris yang sering digunakan dalam bahasa sehari-hari serta kerapihan mengenakan pakaian yang selalu memakai dasi saat bersekolah, dan masih banyak yang lainnya.

Di sini pun para santri belajar tentang kisah hijrah Nabi Muhammad, kerajaan Islam di Indonesia serta sejarah perkembangan agama Islam di Eropa.Secara keseluruhan, sistem yang dipakai di Pondok Modern Gontor berjalan dengan baik dan sangat sukses.

Karena kesuksesannya tersebut, sistem yang dipakai di Pondok Modern Gontor ini menciptakan tren baru dikalangan pesantren-pesantren di Indonesia.

4). Pondok Pesantren Tebuireng Jombang

Pendiri pesantren Tebuireng yaitu Kyai Hasyim Asy’ari dikenal sebagai sosok ulama kharismatik sekaligus pendiri organisasi Ulama (NU) pada tahun 1926.

Hal inilah yang turut membuat pesantren ini terkenal di masyarakat. Selain itu cucu pendiri pesantren ini yaitu KH Abdurrahman alias Gusdur menjadi presiden RI ke empat dan yang pertama berasal dari kalangan santri.

5). Pondok Pesantren Al-Khairaat Palu

Pesantren Al-Khairaat adalah pesantren paling berpengaruh dan terpopuler di luar Jawa khususnya di Sulawesi dan kawasan Indonesia Timur. Selain itu pesantren ini juga didirikan dan di asuh oleh seorang habib.

Pesantren ini memiliki banyak cabang yang tersebar di kawasan Indonesia Timur, Apabila ditotal jumlah santri pesantren ini mencapai angka puluhan ribu santri.

Hasil Kebudayaan Islam Yang Ada Di Indonesia

Budaya berasal dari bahasa Sansekerta artinya buddayah bentuk jamak dari kata budhi yang berarti perilaku, budi atau akal. Jadi kebudayaan dapat diartikan sebagai bentuk yang berkaitan dengan budi pekerti dari hasil pemikiran. Kesenian termasuk dalam unsur kebudayaan.

Sebab perwujudan dari kebudayaan tidak terlepas dari hasil olah pikir dan perilaku manusia lewat bahasa, sarana kehidupan dan organisasi sosial. Kesemuanya itu sangat membantu manusia dalam menjalani kehidupan bermasyarakat.

Kesenian adalah salah satu media yang paling mudah diterima dalam penyebaran agama Islam. Salah satu buktinya adalah menyebarnya agama Islam dengan menggunakan wayang kulit dan gamelan oleh Sunan Kalijaga.

Sedangkan yang dimaksud dengan tradisi adalah suatu adat istiadat yang biasa dilakukan namun didalamnya mengandung ajaran-ajaran Islam.

Diantara seni budaya nusantara yang telah mendapatkan pengaruh dari ajaran Islam adalah :

1. Wayang

Dalam bahasa berarti ”ayang-ayang” atau bayangan. Karena yang terlihat adalah bayangannya dalam kelir (tabir kain putih sebagai gelanggang permainan wayang).

Bisa juga diberi penjelasan wayang adalah pertunjukkan yang disajikan dalam berbagai bentuk, terutama yang mengandung unsur pelajaran (wejangan). Pertunjukan ini diiringi dengan teratur oleh seperangkat gamelan.

Wayang pada mulanya dibuat dari kulit kerbau, hal ini dimulai pada zaman Raden Patah. Dahulunya lukisan seperti bentuk manusia.

Karena bentuk wayang berkaitan dengan syariat agama Islam, maka para wali mengubah bentuknya. Dari yang semula lukisan wajahnya menghadap lurus kemudian agak dimiringkan.

Pada tahun 1443 Saka, bersamaan dengan berdirinya kerajaan Islam Demak, maka wujud wayang geber diganti menjadi wayang kulit secara terperinci satu persatu tokoh-tokohnya. Sumber cerita dalam mementaskan wayang diilhami dari Kitab Ramayana dan Mahabarata.

Tentunya para Wali mengubahnya menjadi cerita-cerita keislaman, sehingga tidak ada unsur kemusyrikan didalamnya.

Salah satu lakon yang terkenal dalam pewayangan ini adalah jimad kalimasada yang dalam Islam diterjemahkan menjadi Jimad Kalimat Syahadat. Dan masih banyak lagi istilah-istilah Islam yang dipadukan dengan istilah dalam pewayangan.

2. Hadrah dan Sholawat kepada Nabi Muhammad SAW

Hadrah adalah salah satu jenis alat musik yang bernafaskan Islam. Seni suara yang diiringi dengan rebana (perkusi dari kulit hewan) sebagai alat musiknya.

Sedang lagu-lagu yang dibawakan adalah lagu yang bernuansakan Islami yaitu tentang pujian kepada Allah swt dan sanjungan kepada Nabi Muhammad saw.

Dalam menyelenggarakan pesta musik yang diiringi rebana ini juga menampilkan lagu cinta, nasehat dan sejarah-sejarah kenabian. Sampai sekarang kesenian hadrah masih eksis berkembang di masyarakat.

Pada zaman sekarang kesenian hadrah biasanya hadir ketika acara pernikahan, akikahan atau sunatan. Bahkan kesenian hadrah ini dijadikan lomba antar pondok pesantren atau antar madrasah.

3. Qasidah

Qasidah artinya suatu jenis seni suara yang menamilkan nasehat-nasehat keislaman. Dalam lagu dan syairnya banyak mengandung dakwah Islamiyah yang berupa nasehat-nasehat, shalawat kepada Nabi dan do’a-do’a.

Biasanya qasidah diiringi dengan musik rebana. Kejadian pertama kali menggunakan musik rebana adalah ketika Rasulullah saw disambut dengan meriah di Madinah.

4. Kesenian Debus

Kesenian debus difungsikan sebagai alat untuk membangkitkan semangat para pejuang dalam melawan penjajah. Oleh karena itu, debus merupakn seni bela diri untuk memupuk rasa percaya diri dalam menghadapi musuh.

Pengertian lain dari debus adalah gedebus atau almadad yaitu nama sebuah benda tajam yang digunakan untuk pertunjukan kekebalan tubuh.

Benda ini terbuat dari besi dan digunakan untuk melukai diri sendiri. Karena itu kata debus juga diartikan dengan tidak tembus.

Filosofi dari kesenian ini adalah kepasrahan kepada Allah swt yang menyebabkan mereka memiliki kekuatan untuk menghadapi bahaya, seperti yang dilambangkan dengan benda tajam dan panas.

5. Tari Zapin

Tari Zapin adalah sebuah tarian yang mengiringi musik qasidah dan gambus. Tari Zapin diperagakan dengan gerak tubuh yang indah dan lincah.

Musik yang mengiringinya berirama padang pasir atau daerah Timur Tengah. Tari Zapin biasa dipentaskan pada upacara atau perayaan tertentu misalnya : khitanan, pernikahan dan peringatan hari besar Islam lainnya.

6. Suluk

Suluk adalah tulisan dalam bahasa jawa dengan huruf jawa maupun huruf arab yang berisikan pandangan hidup masyarakat jawa. Suluk berisi ajaran kebatinan masyarakat jawa yang berpegang teguh pada tradisi jawa dan unsur-unsur Islam.

Suluk sewelasan tergolong ritual yang sudah langka dalam tradisi budaya Islam di Jawa. Berbagai bentuk seni budaya Islam yang berkembang di Jawa tak terdapat di Arab sana Tradisi yang dibawa dari Persia ini untuk memperingati hari lahir Syekh Abdul Qadir Jaelani, tokoh sufi dari Baghdad, Irak, yang jatuh pada tanggal 11 (sewelas).

Suluk dalam bahasa Jawa dan Arab, terdiri dari salawat dan zikir—zikir zahir (fisik) dan zikir sirri (batin). Ketika zikir mereka terdengar mirip dengungan, orang-orang itu seperti ekstase.

Jari tangan tak henti memetik butir tasbih. Ketika jari berhenti, zikir dilanjutkan di dalam batin. Pada titik ini terjadi ”penyatuan” dengan Yang Maha Esa. Lewat suluk ini akan mempertebal keyakinan kepada Allah swt.

7. Seni Bangunan

Peninggalan Islam yang berupa fisik adalah arsitektur bangunan masjid, seni ukir dan seni kaligrafi. Masjid yang di bangun di Indonesia tidak serta merta melambangkan keislaman. Arsitektur yang digunakan adalah perpaduan antara Islam dan Hindu atau Jawa.

8. Arsitektur Masjid

Pada masjid agung Demak bentuk atapnya memiliki ciri atap yang berbentuk tumpang. Atap tersebut tersusun ke atas semakin kecil dan tingkat teratas disebut dengan limas. Jumlah tumpang biasanya gasal.

Bentuk masjid seperti ini disebut dengan meru. Masjid lain yang memiliki corak hampir sama dengan masjid Demak adalah Masjid Agung Banten, Masjid Raya Baiturrahman dan masjid Ternate.

Berbeda dengan masjid Kudus, dimana menara masjid Kudus memiliki ciri khas Hindu sangat kuat dan tercermin dari bentuk menara seperti candi.

9. Makam-makam para Raja

Hasil seni bangunan lainnya dapat terlihat dengan jelas pada bentuk makam-makam para tokoh Islam di berbagai tempat. Di beberapa wilayah seperti Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera terdapat nisan yang terpengaruh oleh adat setempat.

Pengaruh budaya arab dapat terlihat dari beaneka ragam hiasan pada nisan. Selain itu, bentuk gapura makam para Sunan atau tokoh Islam lainnya berbentuk Candi bentar atau kori agung merupakan corak pintu yang dikenal pada zaman sebelum Islam ke Indonesia.

Tradisi Islam Yang Ada Di Nusantara

Berikut ini contoh contoh tradisi islam yang ada di nusantara:

1. Penanggalan Hijriyah

Masuknya agama Islam ke Indonesia, secara tidak langsung membawa pengaruh pada sistem penanggalan. Agama Islam menggunakan perputaran bulan, sedangkan kalender sebelumnya menggunakan perputaran matahari.

Perpaduan antara penanggalan Islam dengan penanggalan jawa adalah sebagai berikut :

No Nama bulan dalam Islam Nama bulan dalam Jawa

1 Muharram Sura
2 Safar Sapar
3 Rabiul awwal Mulud
4 Rabiul akhir Ba’da mulud
5 Jumadil awal Jumadil awal
6 Jumadil akhir Jumadil akhir
7 Rajab Rajab
8 Sya’ban Ruwah
9 Ramadhan Pasa
10 Syawal Syawal
11 Zulqaidah Kapit
12 Zulhijjah Besar

2. Mauludan

Setiap bulan Rabi’ulawwal tahun Hijriyah, sebagian besar umat Islam Indonesia menyelenggarakan acara mauludun. Maksud dari acara tersebut adalah untuk mengenang hari kelahiran Rasulullah saw.

Dalam acara tersebut diadakan pembacaan sejarah hidup Nabi Muhammad saw melalui kitab Al- Barzanji atau Situddurar. Puncak acara biasanya terjadi pada tanggal 12 rabiulawwal, dimana tanggal tersebut Rasulullah saw dilahirkan.

Di Aceh tradisi mauludun adalah sebagai pengganti upeti atau pajak bagi kerajaan Turki, karena Kerajaan Aceh memiliki hubungan diplomasi yang baik dengan Turki.

4. Grebeg

Tradisi untuk mengiringi para raja atau pembesar kerajaan. Grebeg pertama kali diselenggarakan oleh keraton Yogyakarta oleh Sultan Hamengkubuwana ke-1. Grebeg dilaksanakan saat Sultan memiliki hajat dalem berupa menikahkan putra mahkotanya.

Grebeg di Yogyakarta di selenggarakan 3 tahun sekali yaitu :

  • pertama grebeg pasa, syawal diadakan setiap tanggal 1 Syawal bertujuan untuk menghormati Bulan Ramadhan dan Lailatul Qadr,
  • kedua grebeg besar, diadakan setiap tanggal 10 dzulhijjah untuk merayakan hari raya kurban dan ketiga grebek maulud setiap tanggal 12 Rabiul awwal untuk memperingati hari Maulid Nabi Muhammad saw.

Selain kota Yogyakarta yang menyelenggarakan pesta grebeg adalah kota Solo, Cirebon dan Demak.

5. Sekaten

Sekaten adalah tradisi membunyikan musik gamelan milik keraton. Pertama kali terjadi di pulau Jawa. Tradisi ini sebagai sarana penyebaran agama Islam yang pada mulanya dilakukan oleh Sunan Bonang.

Dahulu setiap kali Sunan Bonang membunyikan gamelan diselingi dengan lagu-lagu yang berisi tentang agama Islam serta setiap pergantian pukulan gamelan diselingi dengan membaca syahadatain. Yang pada akhirnya tradisi ini disebut dengan sekaten.

Maksud dari sekaten adalah syahadatain. Sekaten juga biasanya bersamaan dengan acara grebek maulud. Puncak dari acara sekaten adalah keluarnya sepasang gunungan dari Masjid Agung setelah didoakan oleh ulama’-ulama’ keraton.

Banyak orang yang percaya, siapapun yang mendapatkan makanan baik sedikit ataupun banyak dari gunungan itu akan mendapatkan keberkahan dalam kehidupannya. Beberapa hari menjelang dibukanya sekaten diselenggarakan pesta rakyat.

6. Selikuran

Maksudnya adalah tradisi yang diselenggarakan setiap malam tanggal 21 Ramadhan. Tradisi tersebut masih berjalan dengan baik di Keraton Surakarta dan Yogyakarta.

Selikuran berasal dari kata selikur atau dua puluh satu. Perayaan tersebut dalam rangka menyambut datangnya malam lailatul qadar, yang menurut ajaran Islam lailatulqadar hadir pada 1/3 terakhir bulan ramadhan.

7. Megengan atau Dandangan

Upacara untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan. Kegiatan utamanya adalah menabuh bedug yang ada di masjid sebagai tanda bahwa besok hari sudah memasuki bulan Ramadhan dan semua wajib melaksanakan puasa.

Upacara tersebut masih terpelihara di daerah Kudus dan Semarang.

8. Pesta Tabot

Upacara untuk memperingati gugurnya Husen bin Ali ra. Husein gugur saat mempertahankan haknya sebagai pewaris tahta ayahnya yang pro pada khalifah Ali bin Abi Thalib.

Pesta tabuik diselenggarakan di Sumatera dengan pertunjukan berbentuk prosesi benda ritual.

9.Suranan

Suranan dalam penanggalan Islam adalam bulan Muharam. Pada bulan tersebut masyarakat berziarah ke makam para wali. Selain itu mereka membagikan makanan khas berupa bubur sura yang melambangkan tanda syukur kepada Allah swt.