SEJARAH AL HASANIYYAH

Cikal Bakal atau Bibit Pondok Pesantren Al Hasaniyyah kedawon pada mulanya merupakan sebuah Majlis Ta’lim yang dirintis oleh Kyai Syamsuddin (Lahir,Tahun 1919). Beliau adalah cucu bungsu dari H.Hasan (Putra Bungsu Mbah Kisam / Mbah Kyai Syamsuddin) Debong Tegal yang hijrah ke pedukuhan Alas (hutan) kedawon ini pada masa Belanda (Kerja Rodi) sekitar tahun 1808 – 1811M. Mbah Kyai Syamsuddin bin H. Hasan (Wafat Tahun 1982M) adalah sosok orang yang hidupnya sangat sederhana dan selalu memegang nasihat para gurunya. Diantara nasihat yang sering sekali beliau sampaikan kepada Putra – Putrinya adalah nasihat dari mbah Kyai Hasyum As’ari, Tebuireng, Jombang, Jatim, Yaitu : Hidup Sederhana dengan Membersihkan Hati dari sifat Takabbur, Hasut, Riya, Hubbud dunya dan mencari kebaikan dengan berbuat Ikhlas, Tawakkal serta mengharapkan Ridho Allah SWT. Beliau beguru kepada beberapa Kyai, diantaranya : KH. Hasyim Asyari (Tebuireng Jombang Jawa Timur), KH. Said (Giren Tegal), Syeh Ali Basalamah (Jatibarang), Adapun Sanad Keilmuan Beliau (K.Syamuddin) dari KH. Hasyim Asy’ari (ke 25) adalah urutan ke 26 sampai Baginda Nabi Muhammad SAW. Sebagaimana sanad-sanad keilmuan Para Kyai / Ulama Lainya, Yaitu:

  1. Nabi Muhammad SAW
  2. Sayidina Ali Karromallohu Wajhah
  3. Muhammad (Putra Sayidina Ali, dari istri kedua Kaulah bin Ja’far)Ra
  4. Wasil bin Ato’ Ra
  5. Amr bin Ubaid Ra
  6. Ibrohim Annadhom Ra
  7. Abu Huzail Al-Alaq Ra
  8. Abu Hasi Adzuba’i Ra
  9. Abu Ali Adzuba’i Ra
  10. Imam Abu Hasan Al’Asy’ari (Pendiri Faham “AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH) 234H Karanganya : Kitab Maqolatul Islamiyin, Al-Ibanah, Al Risalah, Al-Luma, dll
  11. Abu Abdillah Al Bahily
  12. Abu Bakar Al Baqilany, Karanganya : Kitab At Tamhid, Al Inso, Al bayan, Allmdad, dll
  13. Abdul Malik Imam Haromain AlJuwainy, Karanganya : Kitab Lathoiful Isaroh, As Samil, Al Irsyad, Al Arba’in, Al Kafiyah
  14. Abu Hamid Muhammad Al Ghozali. Karanganya : Kitab Ihya Ulumuddin, Misyakatul Anwar, Minhajul Qowim, Minhajul Abidin dll.
  15. Abdul Hamid Assyeikh Irsani. Karanganya : Kitab Al Miwal Wannihal, Musoro’atul Fulasifah, dll
  16. Muhammad bin Umar Fakhruraazi,Karanganya : Kitab Tafsir Mafatihul Ghoib, Matholibul’Aliyah, Mabahisul Masyriqiyah, AlMahsul Fi Ilmil Usul
  17. Abidin Al Izzy, Karanganya : Kitab Al Mawaqit Fi Ilmil Kalam
  18. Abu Abdillah Muhammad As Sanusi, Karanganya : Kitab Al Aqidatul Kubro dll
  19. Al Bajury, Karanganya : Kitab Jauhar Tauhid, dll
  20. Ad Dasuqy, Karanganya : Kitab Ummu Barohin, dll
  21. Ahmad Zaini Dahlan, Karanganya : Kitab Sarah Jurumiyah, Sarah Al Fiyah, dll
  22. Ahmad Khotib Sambas Kalimantan, Karanganya : kitab Fathul’Arifin, dll
  23. Muhammad Annawawi Banten, Karanganya : Syarah Safinatunnaja, Sarah Sulamutaufiq, dll. Yang Mayoritas Ulama Di Indonesia memakai karangan Syeikh Nawawi Albantani yang sebgai kitab ruukan.
  24. Mahfud Termas, Muridnya : Arsyad Banjarmasin, Syech Kholil Bangkalan, Abdi Shomad Palembang
  25. Hasyim Asy’Ari Tebuireng Jombang Jatim
  26. Syamsuddin Bin H. Hasan Al Qodwani Brebes
  27. ………………………

Dari bibitinilah lahir Majlis Ta’lim sebagai cikal bakal lahirnya Pondok Pesantren Al Hasaniyyah, Kemudian Majlis Ta’lim tersebut diteruskan oleh putra putri beliau dan para santrinya, yaitu : Syeh ahmad bin Muhammad Bin Ali Basalamah (Menantu Kyai. Syamsuddin, Tahun 1991M) dengan nama Majlis Talim ‘Ainus Syamsi’. Atas dasar sidang / rapat Putra Putri Kyai Syamsuddin dan Keluarga besar Bani Hasan pada Tahun 1996 M, Majlis Talim ini diteruskan dan diasuh oleh Bpk. H. Harun Musa dan Alm. Ust. Ahmad Washari Bin Wirsad (Santri Kyai. Syamsuddin) dengan nama Majlis Talim Al Hasaniyyah. Sidang / Rapat Putri Kyai Syamsuddin dan Keluarga besar Bani Hasan Pada Tahun 1996M merupakan tanda dan detik-detik Allah SWT akan mengabulkan cita-cita dan doa serta riadhoh Kyai Syamsuddin selama hidupnya yaitu mendambakan putra putrinya menjadi sholih dan sholihah yang mampu menjadi Nuriddin (Cahaya Agama) yang menyinari di Tengah-tengah Umat sehingga bisa memberi manfaat dimasyarakat yang membutuhkan nasihat. Amin-amin Ya Robbal Alamin, Tepatnya Pada Tahun 1997M / Tanggal 15 Robiul Awal Tahun 1418H Putra bungsu Kyai Syamsuddin (Nuruddin Syamsuddin) yang masih sangat muda (25Tahun) mendeklarasikan dan memproklamasikan berdirinya Pondok Pesantren Putra Putri Al Hasaniyyah yang diambil dari Nama Majlis Ta’lim yang dirintis oleh Kyai Syamsuddin Bin Haji Hasan, dengan jumlah santri Muqim pada saat itu 17 orang (7 Laki laki dan 10 Perempuan), dengan iringan doa dari para gurunya dan restu dari ibundanya (St. Khodijah Binti Hasan) Serta dukungan masyarakat sekitarnya, Nuriddin syamsuddin yang umiy menjadi Khodim / Pembantu Pondok Pesantren Al Hasaniyyah berusaha mengembangkan pesantren dengan mendirikan lembaga-lembaga pendidikan dibawah naungan Yaysan Pondok Pesantren Al Hasaniyyah ini. Alhamdulillah, dalam kurun waktu 18 tahun Pondok Pesantren Al Hasaniyyag telah berdiri 13 Lembaga Pendidikan